Presiden Diminta Menindak Aparat yang “Back Up” Tambang Ilegal
📅 Selasa, 07 Okt 2025, 01:00 WIB | Oleh: Eko SIa menilai pernyataan Presiden Prabowo tentang kerugian negara 300 triliun rupiah akibat aktivitas enam perusahaan tambang ilegal di Bangka Belitung sangat masuk akal. Tambang ilegal, kata Fahmi, hampir selalu muncul di sekitar wilayah tambang legal.
“Biasanya tambang ilegal itu diawali dengan tambang legal yang kemudian melakukan ekspansi tanpa izin. Mereka merampas tanah masyarakat dan tidak membayar royalti maupun pajak,” kata Fahmi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!