Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Alga sang Nenek Moyang Kehidupan

📅 Senin, 06 Okt 2025, 07:58 WIB | Oleh:
Alga sang Nenek Moyang Kehidupan Doc: AFP
Ket. Kenaikan suhu air laut membuat karang mengeluarkan alga kecil yang hidup di dalamnya sehingga warna karang menjadi putih.

MUNCULNYA alga sebagai penghuni lautan 650 juta tahun yang lalu mengubah kehidupan di Bumi. Berdasarkan jejak-jejak biomolekul kecil yang tak terlihat yang digali dari bawah gurun Australia, menunjukkan molekul-molekul yang menandai ledakan jumlah alga di lautan.

Ledakan alga di lautan kemudian memicu perubahan dalam jaring makanan yang memungkinkan hewan mikroskopis pertama berevolusi, menurut para penulis. “Ini adalah salah satu transisi ekologi dan evolusi paling mendalam dalam sejarah Bumi,” kata peneliti utama Jochen Brocks kepada program Science in Action di BBC, pada bulan Agustus 2017.

Peristiwa tersebut terjadi seratus juta tahun sebelum apa yang disebut Ledakan Kambrium, sebuah letusan kehidupan kompleks yang tercatat dalam fosil di seluruh dunia yang membingungkan Charles Darwin dan selalu mengisyaratkan semacam prasejarah biologis.

Jejak-jejak organisme multisel prekursor yang tersebar telah dikenali, tetapi pendorong evolusi yang menyebabkan kemunculannya masih banyak diperdebatkan. Lebih dari 650 juta tahun yang lalu, Bumi membeku bahkan hingga ke khatulistiwa

Paleontolog Universitas Cambridge, Nick Butterfield, mengatakan bahwa periode tersebut “bisa dibilang yang paling revolusioner dalam sejarah Bumi,” dan bukan hanya karena perubahan biologis yang cepat. Terjadi pula perubahan iklim yang drastis, yang telah lama diduga saling terkait oleh para ahli.

Konteksnya adalah sebuah planet yang sebelumnya telah lama memiliki lautan yang menopang kehidupan dan iklim yang bersahabat. Namun, selama lebih dari tiga miliar tahun sejak 3,8 miliar tahun sebelum sekarang menurut sebagian besar perkiraan semua kehidupan bersel tunggal, sebagian besar bakteri; hanya sedikit inovasi evolusi yang terjadi.

Alga, yang lebih kompleks daripada bakteri tetapi tetap bersel tunggal, telah ada selama lebih dari satu miliar tahun (beberapa paleontolog menyebutnya “miliar yang membosankan”), tetapi tanpa memberikan dampak ekologis yang signifikan.

Organisme besar dan kompleks muncul dalam catatan fosil sekitar 600 juta tahun yang lalu. Dengan DNA mereka yang tersimpan aman di dalam nukleus (yang disebut eukariota, seperti semua hewan dan tumbuhan saat ini), mereka memiliki keunggulan evolusioner atas bakteri yang tampaknya tidak dapat mereka manfaatkan. Hal itu berubah sekitar 650 juta tahun yang lalu, menurut studi baru tersebut. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Final Ideal Piala AFF, Vietnam Bersiap Ngluruk ke Thailand
    Preview komentar:
    skuad "gajah perang" sepertinya unggul, mrk diuntungkan sbg ...
  • Airlangga: Indonesia Prioritaskan Transformasi Industri Berbasis Tenaga Surya
    Preview komentar:
    Langkah strategis pemerintah menargetkan 100 GW tenaga surya ...
  • Badan Pangan Nasional Usul Tambahan 150 Ribu Ton SPHP Jagung Perkuat Peternak Mikro
    Preview komentar:
    Kebijakan strategis Bapanas mengusulkan tambahan 150 ribu ton ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Advertisement
hut ri 81
Ekonomi
PT KAI Targetkan 1,4 Miliar...
Megapolitan
Polisi Temukan Potongan Tub...

Bek Anyar PSS Sleman Langsung “Tune In”

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Bek Anyar PSS Sleman Langsu...
Luar Negeri
Presiden Trump Ungkap Korut...
Advertisement
hut ri 81
Menteri Keuangan: Pembatasan Subsidi BBM untuk Desil 10 Bisa Hemat Anggaran 10 Persen

Menteri Keuangan: Pembatasan Subsidi BBM untuk Desil 10 Bisa Hemat Anggaran 10 Persen

20 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.