Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Petani RI Miliki Peran Besar dalam Menekan Harga Beras Dunia

📅 Rabu, 14 Mei 2025, 18:40 WIB | Oleh:
Petani RI Miliki Peran Besar dalam Menekan Harga Beras Dunia Doc: antara foto
Ket. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman

JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan petani Indonesia berperan penting menekan harga beras dunia lewat peningkatan produksi nasional tanpa bergantung pada impor sehingga pasokan global tetap stabil dan terjangkau.

Menurut Amran, saat ini harga beras internasional turun menjadi sekitar 390 dolar Amerika Serikat (AS) per ton, dari sebelumnya mencapai 460 dolar AS per ton ketika Indonesia masih aktif mengimpor beras dari luar negeri.

“Dulu 460 dolar per ton, di saat kita impor segala macam. Terendah pernah terjadi, karena kita tidak mengimpor itu 390 dolar AS per ton. Artinya apa? Indonesia berpengaruh, berpengaruh pada harga beras dunia,” kata Mentan dalam jumpa pers seusai menerima kunjungan Duta Besar Belanda untuk Indonesia Marc Gerritsen; dan Duta Besar (Dubes) Yordania Sudqi Attalah Al Omoush di Jakarta, Rabu (14/5).

Ia menjelaskan penurunan harga global tersebut tidak lepas dari kontribusi petani Indonesia yang berhasil menjaga kestabilan pasokan dan permintaan, sehingga turut meringankan beban negara-negara konsumen beras.

Amran menyebut tren produksi beras di ASEAN sedang mengalami penurunan, termasuk di Thailand dan Malaysia, sementara Indonesia justru mencatatkan peningkatan stok beras secara signifikan di awal 2025.

Stok beras nasional saat ini telah mencapai 3,7 juta ton dan ditargetkan menyentuh angka 4 juta ton dalam waktu 15 hingga 20 hari ke depan berkat panen raya yang lancar,".

Ia menekankan pencapaian itu menjadi sejarah baru dalam pengelolaan pangan nasional, sekaligus menunjukkan bahwa petani Indonesia adalah pahlawan pangan sejati bagi bangsa.

Dengan ketersediaan stok yang melimpah dan harga beras global yang menurun, Indonesia diakui sebagai kekuatan utama dalam menjaga keseimbangan harga beras di kawasan Asean. “Jadi kan gini, dulu kan kita impor dua tahun, betul-betul kita impor cukup besar kan? Nah, kalau kita tidak impor, gimana stoknya (agar) melimpah, iya sudah berarti petani adalah pahlawan pangan kita sekarang,” jelas Mentan.

Amran berharap pencapaian itu menjadi dorongan bagi semua pihak untuk terus mendukung petani serta memperkuat ketahanan pangan demi kesejahteraan rakyat dan kestabilan pasar regional. “Petani kita berkontribusi membuat pangan dunia khususnya beras kebutuhan dunia menjadi murah,” beber Mentan.

Data yang dihimpun menyebutkan, Indonesia terakhir kali mengimpor beras dalam jumlah besar pada 2024.

Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), hingga November 2024, Indonesia telah mengimpor sekitar 3,85 juta ton beras, meningkat 62 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Impor ini terutama berasal dari Thailand (1,19 juta ton), Vietnam (1,12 juta ton), dan Myanmar (642.000 ton).

Namun, pada awal 2025, pemerintah Indonesia mengumumkan rencana untuk tidak melakukan impor beras guna mendorong swasembada pangan.

Sebagai gantinya, Kementerian Pertanian meningkatkan produksi dalam negeri yang ditargetkan 32 juta ton hingga 2025. Meningkat 2 juta ton bila dibandingkan produksi tahun 2024 yakni 30 juta ton.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Final Ideal Piala AFF, Vietnam Bersiap Ngluruk ke Thailand
    Preview komentar:
    skuad "gajah perang" sepertinya unggul, mrk diuntungkan sbg ...
  • Airlangga: Indonesia Prioritaskan Transformasi Industri Berbasis Tenaga Surya
    Preview komentar:
    Langkah strategis pemerintah menargetkan 100 GW tenaga surya ...
  • Badan Pangan Nasional Usul Tambahan 150 Ribu Ton SPHP Jagung Perkuat Peternak Mikro
    Preview komentar:
    Kebijakan strategis Bapanas mengusulkan tambahan 150 ribu ton ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Advertisement
hut ri 81

Bek Anyar PSS Sleman Langsung “Tune In”

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Bek Anyar PSS Sleman Langsu...
Luar Negeri
Presiden Trump Ungkap Korut...

Ganda Putri Jepang Mundur, Rachel/Febi Melaju

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Ganda Putri Jepang Mundur, ...

Persija Kalah, Shin Tae-yong Ngeles, Tak Pedulikan Hasil

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Persija Kalah, Shin Tae-yon...

Final Ideal Piala AFF, Vietnam Bersiap Ngluruk ke Thailand

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Final Ideal Piala AFF, Viet...
Advertisement
hut ri 81
Menteri Keuangan: Pembatasan Subsidi BBM untuk Desil 10 Bisa Hemat Anggaran 10 Persen

Menteri Keuangan: Pembatasan Subsidi BBM untuk Desil 10 Bisa Hemat Anggaran 10 Persen

20 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.