Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Pemenuhan Gizi Jadi Sorotan dalam Puncak Hari Anak Nasional 2026

31 Kamis, 30 Jul 2026, 17:15 WIB | Oleh:
Pemenuhan Gizi Jadi Sorotan dalam Puncak Hari Anak Nasional 2026 Pemenuhan Gizi Jadi Sorotan dalam Puncak Hari Anak Nasional 2026 Doc: APPNIA
Ket. Segara Muhammad (11) dan Rinjani Arundhati (8), membentangkan spanduk dalam rangkaian Hari Anak Nasional 2026 pada puncak peringatan Hari Anak Nasional di Universitas Indonesia, Depok, Kamis (30/7).

DEPOK — Pemenuhan gizi kembali menjadi salah satu perhatian dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026. Asosiasi Perusahaan Produk Bernutrisi untuk Ibu dan Anak (APPNIA) menilai pemenuhan gizi pada setiap tahapan usia merupakan bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak.

Hal tersebut disampaikan dalam puncak peringatan HAN 2026 yang digelar Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) di Makara Art Center, Universitas Indonesia, Depok, Kamis (23/7/2026).

Dalam kegiatan tersebut, APPNIA sebagai salah satu mitra penyelenggara turut menyediakan makanan dan minuman ringan bernutrisi bagi anak-anak peserta acara. Organisasi tersebut juga memberikan penghargaan kepada dua anak yang berpartisipasi dalam pengibaran bendera Merah Putih dan spanduk HAN melalui aksi rappelling.

Direktur Eksekutif APPNIA Poppy Kumala mengatakan, pemenuhan gizi tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan makanan bergizi, tetapi juga pengetahuan orang tua dalam menentukan asupan yang sesuai dengan kebutuhan anak.

"Pemenuhan gizi pada setiap tahap usia merupakan fondasi tumbuh kembang anak. Namun fondasi tersebut hanya dapat terwujud apabila orang tua, khususnya ibu, memiliki akses terhadap edukasi gizi yang akurat dan berbasis ilmu pengetahuan," ujar Poppy melalui keterangan tertulis pada hari Kamis (30/7).

Menurut Poppy, tantangan pemenuhan gizi anak saat ini semakin kompleks seiring banyaknya informasi mengenai kesehatan dan gizi yang beredar di media sosial. Tidak seluruh informasi tersebut memiliki dasar ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Saat ini banyak informasi beredar di media sosial dan kita tidak selalu bisa memastikan seberapa bertanggung jawab informasi tersebut," katanya.

Karena itu, APPNIA bersama perusahaan anggotanya mendorong edukasi gizi dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari akademisi, dokter anak hingga pakar di bidang terkait. Edukasi tersebut diarahkan agar orang tua dapat memahami kebutuhan gizi anak dan memilih makanan sesuai dengan tahapan tumbuh kembang.

Anggota APPNIA antara lain Abbott Products Indonesia, Indofood CBP Sukses Makmur, Mead Johnson Indonesia, Nestlé Indonesia, Sanghiang Perkasa/Kalbe Nutritionals, Sarihusada Generasi Mahardhika (Danone Group), dan Wyeth Nutrition Sduaenam.

"Kolaborasi dari berbagai pemangku kepentingan, mulai dari akademisi, pemerintah, hingga industri, harus bersinergi agar manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak keluarga," ujar Poppy.

Anak Sampaikan Aspirasi tentang Gizi

Puncak HAN 2026 mengusung tema "Sayang Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan". Kegiatan dikemas dalam Festival Budaya Anak dengan menempatkan anak sebagai pelaku utama.

Selain menampilkan berbagai pertunjukan seni dan budaya, acara tersebut menjadi ruang bagi anak-anak untuk menyampaikan aspirasi melalui Suara Anak Indonesia.

Salah satu aspirasi yang disampaikan berkaitan dengan pemenuhan gizi. Anak-anak mendorong agar kebutuhan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan anak-anak Indonesia mendapat perhatian lebih besar.

Mereka juga mendorong pemerintah untuk memperkuat program pemenuhan gizi, memperluas edukasi mengenai gizi, serta meningkatkan akses terhadap makanan bergizi. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal.

Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan mengatakan, pemenuhan hak anak tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Menurut dia, diperlukan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Gubernur Jabar Prihatin Banyak Warganya Terjerat Pinjol dan Judol

Gubernur Jabar Prihatin Banyak Warganya Terjerat Pinjol dan Judol

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.