Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Teater Koma Mengajak Masyarakat Berefleksi Mengenai Makna Kemanusiaan di Setiap Zaman

📅 Kamis, 30 Jul 2026, 23:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Teater Koma Mengajak Masyarakat Berefleksi Mengenai Makna Kemanusiaan di Setiap Zaman Doc: Antara
Ket. Teater Koma hadirkan lakon “Rumah Sakit Jiwa” di Taman Ismail Marzuki, Selasa (30/7/2026).

Jakarta - Teater Koma kembali menghadirkan lakon “Rumah Sakit Jiwa” setelah 35 tahun lakon tersebut dipentaskan, untuk mengajak masyarakat berefleksi mengenai makna kemanusiaan di setiap zaman.

Lakon karya almarhum N.Riantarno ini menghadirkan interpretasi artistik baru yang memajukan eksplorasi visual, musik, dan pendalaman karakter sekaligus mempertahankan relevansi kisah tentang kemanusiaan, kuasa, dan persoalan sosial yang lekat dengan masyarakat.

Digelar pada Rabu (29/7) malam, lakon yang berkolaborasi dengan Bakti Budaya Djarum Foundation ini menceritakan mengenai dokter baru bernama Rogusta yang bertugas di sebuah rumah sakit jiwa yang dipimpin oleh Profesor Sidarta.

Rogusta yang sebelumnya berpengalaman pada penyembuhan pasien dengan pendekatan yang lebih humanis, penuh empati dan persahabatan berharap dapat menerapkan langkah yang sama di rumah sakit jiwa tempatnya bertugas saat ini, sehingga pasien dapat sembuh dan kembali bersosialisasi dan hidup pada lingkungan masyarakat pada umumnya.

Tapi ternyata, keinginannya terhalang dengan aturan yang diterapkan pimpinan RSJ yakni Profesor Sidarta, benturan dan konflik justru terjadi karena merasa terdapat ancaman atas posisi beberapa para pekerja di rumah sakit itu.

Lakon ini mengajak para penonton untuk merefleksikan apakah manusia mampu memperlakukan sesama sebagai manusia meskipun menjadi pasien gangguan jiwa di sebuah rumah sakit jiwa yang menjadi tempat relasi antarmanusia dipenuhi ketakutan, prasangka, dan perebutan kekuasaan.

Kehadiran tata panggung, tata cahaya, musik, multimedia dan rancangan kostum yang melengkapi menjadikan lakon ini kian hidup dan terasa nyata.

Apalagi tata panggung menghadirkan permainan level dengan struktur bertingkat dengan tangga yang menjadi metafora dari hubungan antartokoh, sekaligus merepresentasikan jarak, hierarki dan dinamika kuasa antara para dokter dan pasien di RSJ.

Alur cerita didukung komposisi musik yang tepat harapan dari Fero A. Stefanus mampu menghadirkan emosi di setiap banyaknya.

Pentas ini menggunakan naskah yang sama dengan pementasan pada 1991, namun dengan pendekatan dari artistik yang baru yang disesuaikan dengan perubahan zaman, perkembangan teknologi dan kesadaran masyarakat akan kesehatan mental.

Naskah ini lahir setelah kelompok teater tersebut mengalami sejumlah pencekalan pementasan pada akhir 1980-an hingga awal 1990-an bermula dari diskusi bersama para anggota Teater Koma mengenai berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat.

Sutradara Rangga Riantiarno menjelaskan bahwa proses kreatif produksi ini tidak berhenti pada pembacaan naskah. Para pemain melakukan observasi langsung ke rumah sakit jiwa, berdiskusi dengan psikolog klinis dan psikiater, serta memperdalam berbagai referensi mengenai kesehatan mental agar setiap karakter dibangun berdasarkan empati dan pemahaman yang utuh.

Samuel Wattimena bersama Rima Ananda merancang kostum yang tidak hanya merepresentasikan profesi masing-masing tokoh, tetapi juga mengekspresikan kondisi kejiwaan, dinamika psikologis, serta perjalanan karakter sepanjang pertunjukan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.