Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ahli Pangan Unej Beri Tips Kurangi Risiko Keracunan MBG

📅 Minggu, 05 Okt 2025, 16:31 WIB | Oleh:
Ahli Pangan Unej Beri Tips Kurangi Risiko Keracunan MBG Doc: ANTARA/Dokumen pribadi
Ket. Ahli pangan yang juga Dosen FTP Universitas Jember (Unej) Dr Nurhayati.

Jember, Jawa Timur -- Ahli pangan Universitas Jember (Unej) Dr Nurhayati memberikan tips untuk mengurangi risiko keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagaimana terjadi di beberapa daerah, termasuk Kabupaten Jember, Jawa Timur.

"Cara mengurangi risiko keracunan pangan siap saji yaitu dengan cara memastikan higiene baik bahan, alat, maupun petugas yang memasak," katanya dalam keterangan tertulis diterima di Jember, Minggu.

Selain itu, kata dia, mengatur suhu penyajian untuk makanan panas dijaga di atas 60 derajat Celcius, sedangkan makanan dingin harus tetap di bawah 5 derajat Celcius.

"Kemudian menggunakan wadah tertutup atau food cover untuk mencegah kontaminasi udara atau serangga, serta menyediakan alat saji terpisah di tiap menu untuk menghindari tangan langsung menyentuh," ucap Ketua Kelompok Riset Pangan ASUH Unej itu.

Ia menjelaskan juru masak juga perlu mengatur porsi bertahap untuk tidak semua makanan langsung diletakkan, tapi di-refill sesuai kebutuhan, dan tips terakhir yakni mengedukasi kebiasaan sehat para penerima manfaat MBG, seperti mencuci tangan sebelum makan bersama.

"Beberapa hal yang bisa menjadi sumber terjadinya keracunan yang perlu diwaspadai yakni bahan-alat yang tidak dicuci bersih dan dijaga higienitasnya dapat menyebabkan risiko kontaminasi bakteri atau sumber penularan mikroba seperti Escherichia coli penyebab diare atau Salmonella sp penyebab tipus," katanya.

Nurhayati juga menyarankan agar kasus keracunan tidak lagi berulang, yakni dengan cara memperpendek waktu penyiapan makanan hingga dikonsumsi oleh anak-anak, sehingga sebaiknya program MBG tersebut diserahkan ke masing-masing kantin sekolah.

"Menurut saya sebaiknya pihak kantin sekolah yang menyiapkan MBG di masing-masing sekolah atau diserahkan kepada masing-masing wali murid untuk membuat bekal anaknya. Makanan bergizi itu tidak harus mahal," ucap Pengurus Pusat Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) itu.

Sebelumnya, belasan siswa Sekolah Dasar Negeri Negeri (SDN) 05 Sidomekar di Kabupaten Jember, diduga keracunan setelah menyantap menu program MBG di sekolah, Jumat (26/9).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...

Perubahan APBD Tahun Ini Ditetapkan

1.5 jam yang lalu | Sujar

Megapolitan
Perubahan APBD Tahun Ini Di...
Megapolitan
Siap-siap Hadapi Bencana Hi...
Megapolitan
KPK Terus Coba Tuntaskan Ko...
Luar Negeri
20 Negara Dorong Standar Ke...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.