Identifikasi Korban Ponpes Al Khoziny Harus Lewat DNA karena Sidik Jari Rusak
📅 Jumat, 03 Okt 2025, 19:40 WIB | Oleh: Sriyono
Doc: antara foto
SURABAYA - Proses identifikasi lima jenazah korban ambruknya mushalla Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny Sidoarjo mengalami kesulitan akibat kerusakan sidik jari, sehingga tim kini memaksimalkan metode identifikasi melalui DNA.
"Dari lima jenazah yang diperiksa ini kan rata-rata usia 12-15 tahun. Nah, sidik jarinya sudah mulai rusak karena sudah mulai membusuk," kata Kabid Disaster Victim Identification (DVI) Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri Kombes Pol dr Wahyu Hidajati di RS Bhayangkara Polda Jatim, Surabaya, Jumat petang.
Ia menjelaskan metode identifikasi melalui gigi dan pakaian juga tidak memberi hasil maksimal.
Pertumbuhan gigi anak usia belasan tahun hampir sama, sementara seragam santri rata-rata putih dan sarung tanpa ciri khusus. Dengan kondisi tersebut, tim DVI akan memaksimalkan DNA sebagai metode utama.
Namun, menurut Wahyu, metode DNA memerlukan waktu minimal tiga hari bahkan bisa memakan waktu hingga dua minggu.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Langkah terakhir kami tentu mengambil semua sampel DNA dari keluarga dan jenazah. Kalau DNA terbukti match, itu sudah tidak terbantahkan lagi. Jadi kita menuju ke sana sambil berkejaran dengan waktu,” ujarnya.
Pihaknya meminta keluarga korban bersabar selama proses identifikasi berlangsung di Post Mortem RS Bhayangkara Surabaya.
"Masih proses, jadi untuk keluarga mohon bersabar," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ketika proses identifikasi dan rekonsiliasi tuntas, tim DVI memastikan akan memberitahu keluarga korban.
"Akan kita hubungi, kita sampaikan bahwa dari hasil rekonsiliasi pemeriksaan itu sudah ada titik terang. Jadi nanti bagaimana prosesnya, mau diserahkan bagaimana, perawatan jenazahnya, memandikannya, memakamkannya, itu kita sampaikan ke keluarga," katanya.
Hingga Jumat malam, sudah ada delapan jenazah korban ambruknya bangunan mushalla Ponpes Al Khoziny yang telah dibawa ke RS Bhayangkara untuk selanjutnya dilakukan identifikasi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!