Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Beras Bulog Dikeluhkan Turun Mutu, Konsumen Mulai Waswas!

📅 Jumat, 03 Okt 2025, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Beras Bulog Dikeluhkan Turun Mutu, Konsumen Mulai Waswas! Doc: ANTARA/ANDRY DENISAH
Ket. PRODUKSI BERAS KONSUMSI NAIK - Petani memasukkan padi ke dalam karung di Desa Lawoila, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Kamis (2/10).

JAKARTA – Maraknya temuan stok beras Bulog yang turun mutu jelas bikin konsumen resah karena menyangkut kebutuhan pokok sehari-hari. Kondisi ini menunjukkan adanya celah serius dalam manajemen penyimpanan dan distribusi yang seharusnya dijaga ketat.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengingatkan Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog untuk dibagikan ke masyarakat harus berkualitas baik. Saat ini, program penyaluran yang masih berjalan berupa bantuan pangan dan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras.

Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi meminta jajaran Bulog mengecek ke gudang-gudang. Arief menegaskan tidak boleh ada beras Bulog berkualitas kurang baik yang sampai ke masyarakat, baik sebagai penerima bantuan pangan maupun sebagai pembeli.

"Kalau di gudang itu pasti ada stok lama, pasti ada stok baru, pasti ada yang perlu di treatment. Tapi kalau sampai ke konsumen harus bagus. Harus aman juga. Badan Pangan juga kirim tim ke Bulog untuk cek secara random. Apalagi gudangnya ada 1.580 sekian," ujar Arief di Jakarta, Kamis (2/10).

Arief pun telah meminta jajaran di Bulog memastikan kualitas tersebut. Dia mendorong ada tahapan pemrosesan ulang untuk menjaga mutu stok beras sebelum disalurkan.

"Kita sudah minta kepada direksi Bulog, pimca (pimpinan cabang), pimwil (pimpinan wilayah) untuk cek di setiap gudangnya. Tadi pagi juga saya komunikasi sama teman-teman Bulog. Tidak boleh ada beras yang jelek yang sampai keluar. Tapi kalau di gudang Bulog itu kan pasti ada yang perlu diproses, kan ada tahapannya. Tahapannya di reprocess dulu," jelasnya.

Bagi Arief, stok beras di Bulog memang perlu senantiasa dijaga karena dibutuhkan pemerintah sebagai intervensi tatkala produksi dan konsumsi beras secara bulanan tidak seimbang. Pada momentum tersebut, harga beras kerapkali meninggi. Masyarakat memerlukan alternatif beras yang berkualitas baik, tapi masih dengan harga yang di bawah pasaran.

"Ini kita di bulan November, Desember, Januari, Februari, tentunya produksi tidak setinggi sebelumnya. Itu yang harus diantisipasi oleh kita semua. November, Desember, Januari, Februari, antara kebutuhan dengan produksi itu tidak seimbang, sehingga stok Bulog yang sekarang ini adalah untuk meng-cover itu, sampai ada panen raya," urainya.

Inspeksi Mendadak

Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto sebelumnya memimpin inspeksi mendadak (sidak) ke Gudang Perum Bulog Tabahawa, Maluku Utara. Sidak dilakukan untuk memastikan ketersediaan dan kualitas cadangan beras pemerintah (CBP) di daerah, sekaligus menindaklanjuti laporan masyarakat terkait penurunan kualitas beras bantuan.

Dalam sidak tersebut, Tim Komisi IV menemukan sekitar 1.200 ton beras yang tersimpan sejak Mei 2024. Berdasarkan pengecekan visual, sebagian beras impor yang disimpan lebih dari satu tahun masih terjaga kualitasnya. Namun, beras lokal terlihat berubah warna menjadi abu-abu dan dinilai menurun kualitasnya.

Titiek menambahkan, sebagian beras tersebut tengah dikemas untuk program SPHP. Namun, menurutnya, kondisi beras yang menurun tidak layak dibagikan kepada masyarakat.

Tak hanya di Maluku, temuan serupa juga ada di Surabaya, Jawa Timur. Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo mendapat laporan lebih dari 101 ribu ton beras hasil pengadaan impor yang sudah berumur simpan 12 hingga 15 bulan. Dari jumlah itu, sekitar 26 ribu ton beras asal Vietnam mulai mengalami penurunan kualitas dengan warna menguning, sementara beras asal Thailand relatif masih terjaga.

"Ini baru pertama kali dalam sejarah. Stok beras impor sampai turun mutu karena terlalu lama disimpan. Bulog tidak bisa disalahkan, karena mereka hanya pelaksana. Tanpa perintah dari pemerintah maupun Bapanas, mereka tidak berani menyampaikan," jelas Firman dikutip dari Parlementaria.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Sejumlah Warga Terluka dala...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Presiden Prabowo Tinjau Pelaksanaan Sekolah Rakyat di Bali

Presiden Prabowo Tinjau Pelaksanaan Sekolah Rakyat di Bali

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.