Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Realokasi Anggaran Harus Menyasar Pos yang Penyerapannya Rendah

📅 Kamis, 02 Okt 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi

“Relokasi ini, diharapkan tidak akan menyentuh pos anggaran baru, melainkan menggeser belanja yang dianggap tidak terlalu mendesak untuk dilaksanakan tahun ini,” ungkap Badiul.

Dari beberapa pos yang bisa direalokasi jumlahnya diperkirakan mencapai 100-150 triliun rupiah atau setara 3- 4,5 persen dari total belanja negara 2025 yang mencapai 3.400 triliun rupiah.

"Dengan strategi tersebut, pemerintah tetap bisa menggelontorkan stimulus ekonomi tanpa harus mengorbankan pos prioritas seperti pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, dan subsidi energi,”ungkap Badiul.

Realokasi juga kata Badiul sebagai sinyal penting bahwa pemerintah menjaga keseimbangan antara kebutuhan pemulihan ekonomi dan konsolidasi fiskal jangka menengah.

Di waktu berbeda, Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira mengatakan untuk menggeser anggaran tentu butuh waktu. Misalnya pos belanja modal yang tidak terserap itu karena proses tender Pemda masih berjalan.

Dia berharap Menkeu jangan sampai mengambil dari belanja modal. Justru bagus kalau digeser dari proyek atau program jumbo yang efek ekonominya lemah. Itu digeser ke program lain yang lebih punya daya dorong ke pemulihan daya beli masyarakat

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indef, Esther Sri Astuti mengatakan, sebaiknya stimulus anggaran dialokasikan untuk program-program yang produktif yang bisa generate income sendiri saat stimulus tidak digelontorkan lagi, bukan untuk program-program konsumtif dan bersifat populis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Kobaran Api Meluas, Karhutla di Gunung Bromo Belum Padam

37 menit yang lalu | Marcellus Widiarto

Daerah
Kobaran Api Meluas, Karhutl...

Mau Tujuh Belasan di Istana? Segera Daftarkan Diri

Mau Tujuh Belasan di Istana? Segera Daftarkan Diri

05 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.