Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hati-hati Janjikan Pertahanan Subsidi Tanpa Batasan yang Jelas

📅 Selasa, 07 Apr 2026, 01:10 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Hati-hati Janjikan Pertahanan Subsidi Tanpa Batasan yang Jelas Doc: ANTARA/Muhammad Adimaja
Ket. Petugas melayani pembeli bahan bakar minyak (BBM) melalui mesin layanan mandiri di SPBU COCO Cikini, Jakarta, Senin (6/4). Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM bersubsidi hingga akhir 2026, meski minyak mentah dunia tengah bergejolak imbas perang di Timur Tengah.

JAKARTA - Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah menyatakan tidak setuju dengan usulan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla soal pengurangan subsidi bahan bakar minyak di tengah kenaikan harga minyak dunia.

“Kalau subsidi BBM dikurangi, kami enggak setuju," kata Said saat ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/4).

Dalam kondisi dinamika global akibat konflik di Timur Tengah, kenaikan harga energi internasional tidak dimungkiri akan membebani keuangan negara. Namun, dia tidak setuju jika kebijakan yang diambil justru menekan masyarakat kurang mampu.

“Kenapa kita mengotak-atik subsidi? Kenapa kita tidak bicara terhadap harga nonsubsidi yang sampai sekarang belum naik? Kenapa yang untuk orang miskin yang diotak-atik. Jangan, dong,” katanya.

Dia memandang akan lebih masuk akal untuk melakukan penyesuaian terhadap harga BBM nonsubsidi dengan mempertimbangkan dampak inflasi.

“Kalau mau diotak-atik yang sudah dijual di pasar yang harga keekonomian, itu lebih make sense. Itu pun harus dihitung dampak inflatoir-nya, inflasinya, karena begitu sekali naik, kan ke mana-mana,” katanya.

“Jadi, kita lagi berhitung betul, kasih kesempatanlah, jangan kemudian BBM begitu harga minyak naik kita kayak kebakaran jenggot seakan-akan besok langit akan runtuh, enggak,” imbuhnya.

Langkah lain yang diperlukan tambahnya adalah memastikan subsidi LPG 3 kilogram tepat sasaran. Ia meyakini jika subsidi LPG tepat sasaran, anggaran yang dialokasikan tidak akan sia-sia.

“Caranya bukan sekedar semata-mata pemerintah punya data SEN (Sosial Ekonomi Nasional), tapi juga lakukanlah berulang kali, bolak-balik, dengan sidik jari atau retina mata bagi orang yang berhak untuk mendapatkan tabung LPG 3 kilogram,” katanya.

Sebelumnya, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla pada Minggu (5/4) mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan pengurangan subsidi BBM untuk menekan defisit anggaran di tengah konflik global.

Mulai Bertahap

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa mengatakan, dengan kenaikan harga minyak saat ini, subsidi bukannya dikurangi tetapi berpotensi akan bertambah.

“Dengan harga minyak rata-rata 95-100 dollar AS per barrel, subsidi sudah pasti akan meningkat,” kata Fabby.

Pemerintah katanya seharusnya menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) agar kenaikan beban subsidi tidak terlalu besar, yang memaksa memangkas program-program produktif atau meningkatkan utang, serta meningkatkan defisit APBN di atas 3 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.