Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Keluarga Setuju, BNPB akan Kerahkan Alat Berat untuk Evakuasi Korban Gedung Pesantren Ambruk di Sidoarjo

📅 Kamis, 02 Okt 2025, 15:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
Keluarga Setuju, BNPB akan Kerahkan Alat Berat untuk Evakuasi Korban Gedung Pesantren Ambruk di Sidoarjo Doc: Istimewa
Ket. Seluruh proses pengangkatan puing menggunakan derek akan dilakukan secara bertahap, setiap satu kali proses pengangkatan akan diikuti oleh asesmen ulang demi memastikan seluruh proses aman.

SURABAYA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno pada Kamis (2/10) mengungkapkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memutuskan menggunakan alat berat untuk mengevakuasi korban Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny Sidoarjo yang ambruk pada Senin lalu."Hal ini dilakukan setelah seluruh pihak terkait berdiskusi dengan keluarga korban. Keluarga juga setuju untuk penggunaan alat berat," kata Pratikno di Sidoarjo, Jawa TimurDilansir oleh Antara, menurutnya, dari dialog tersebut tim gabungan telah mengonfirmasi kepada para keluarga bahwa tidak lagi ditemukan tanda-tanda kehidupan dari korban di bawah reruntuhan gedung musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny Sidoarjo.Ia menyatakan bahwa para keluarga pun telah menyetujui proses tersebut dengan menandatangani dokumen terkait detail proses.Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menjelaskan bahwa BNPB telah menyiapkan 219 orang petugas terlatih, 300 kantong jenazah, 30 truk sampah, 30 unit ambulans, serta lima derek (crane) guna melancarkan proses tersebut.Suharyanto juga menjelaskan bahwa jika ada keluarga korban yang kesulitan terkait proses pemakaman atau membawa jenazah ke luar daerah Sidoarjo, maka pemerintah siap membantu seluruh prosesnya.Sementara itu Kepala Subdirektorat Pengarahan dan Pengendalian Operasi (RPDO) Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Emi Freezer menyatakan bahwa proses evakuasi korban yang telah memasuki tahap pemulihan (recovery) menggunakan alat berat tersebut hanya akan dilaksanakan hingga sore hari."Dengan pertimbangan pencahayaan dan visibilitas terbatas, serta unsur keselamatan para petugas yang ada di lapangan adalah hal utama, maka kami putuskan untuk tidak melaksanakan proses pada malam hari," kata Freezer.Selain itu Freezer menjelaskan sebelum seluruh pihak memutuskan untuk menyetujui penggunaan alat berat, pihak Basarnas telah tiga kali melakukan asesmen di lapangan untuk memastikan adanya tanda-tanda kehidupan sejak Rabu (1/10) malam hingga Kamis (2/10) pagi.Dari proses asesmen menggunakan berbagai alat-alat mutakhir, Basarnas menyimpulkan bahwa sudah tidak ada lagi tanda-tanda kehidupan dari korban."Asesmen dilakukan pada pukul 23.00 WIB pada Rabu malam, kemudian pada pukul 02.00 WIB dan terakhir pada 07.00 WIB Kamis, hasilnya nihil (tanda kehidupan)," kata Freezer.Ia juga menerangkan bahwa nantinya seluruh proses pengangkatan puing menggunakan derek tersebut akan dilakukan secara bertahap. Menurutnya setiap satu kali proses pengangkatan akan diikuti oleh asesmen ulang demi memastikan seluruh proses aman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

38 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.