Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Film Animasi Bukan Sekadar Hiburan, Tapi Penggerak Ekonomi Kreatif RI

📅 Rabu, 01 Okt 2025, 21:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Film Animasi Bukan Sekadar Hiburan, Tapi Penggerak Ekonomi Kreatif RI Doc: Istimewa.
Ket. Ilustrasi - Salah satu film animasi terbaik Indonesia, Jumbo.

BATAM – Perfilman, khususnya animasi, kini menjadi motor penting dalam menggerakkan sektor ekonomi kreatif (ekraf) nasional.

Industri ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tapi juga membuka peluang besar bagi talenta muda, menciptakan lapangan kerja, hingga menarik investasi.

Dengan tren digital yang terus berkembang, animasi punya daya saing tinggi di pasar global. Artinya, semakin kuat industri ini, semakin besar pula kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif dan citra Indonesia di kancah internasional.

Staf Ahli Menteri Bidang Sistem Pemasaran dan Infrastruktur Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenkraf) Septriana Tangkary mengatakan subsektor bidang kreativitas media seperti film, animasi, dan video masuk dalam tujuh subsektor prioritas yang diyakini mampu menjadi penggerak utama.

“Industri film, terutama animasi, terbukti memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif, nilai ekspor, penciptaan lapangan kerja, serta pembangunan infrastruktur,” kata Septriana dalam kunjungan kerja spesifik bersama Komisi VII DPR RI ke Infinite Studios di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa Digita Park Batam, Kepulauan Riau, Rabu (1/10).

Ia menambahkan, melalui ajang-ajang seperti Indonesia Film Platform (IFP), potensi subsektor ini semakin terlihat.

“Kita sudah bisa membuktikan bahwa talenta lokal mampu bersaing di pasar global. Kolaborasi antara akademisi, pelaku usaha, dan pemerintah menjadi kunci untuk memperluas peluang,” ujarnya.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim turut memberikan apresiasi atas karya-karya anak bangsa.

Menurutnya, industri kreatif, khususnya bidang digital, merupakan masa depan yang harus terus ditumbuhkan.

“Talenta anak-anak kita luar biasa, hanya belum semua tersambung dengan baik. Tugas kita adalah menjembatani agar potensi itu bisa dimanfaatkan secara maksimal,” ujarnya.

Chusnunia menilai keberadaan Infinite Studios Batam menjadi bukti konkret potensi besar Indonesia di bidang animasi.

General Manager Infinite Studios Ghea Lisanova menjelaskan pihaknya tengah menggarap proyek orisinil yang ditargetkan bisa segera dinikmati masyarakat Indonesia.

Ia mengatakan bahwa Infinite Studios, yang berdiri sejak 2005 di Batam, kini memiliki lebih dari 300 tenaga kreatif lokal dan melayani berbagai klien internasional.

Kunjungan Komisi VII DPR RI dan Kemenkraf ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam mendorong subsektor perfilman, animasi, dan video sebagai salah satu penggerak ekonomi kreatif Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Daerah
Potensi Gelombang Tinggi hi...

Dibayangi Tekanan Ganda - 03 September 2026

1.5 jam yang lalu | Oka Wahyu

Ekonomi
Dibayangi Tekanan Ganda - 0...
Daerah
Bersihkan Abu Gunung Sinabu...
Advertisement
Bye-Bye Calo! Kemen ATR/BPN Pangkas Urus Peralihan Hak Tanah Cuma 10 Hari!

Bye-Bye Calo! Kemen ATR/BPN Pangkas Urus Peralihan Hak Tanah Cuma 10 Hari!

03 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.