Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Alokasikan Rp1,28 Triliun untuk 16.800 Proposal Riset

📅 Senin, 29 Sep 2025, 17:55 WIB | Oleh:
Pemerintah Alokasikan Rp1,28 Triliun untuk 16.800 Proposal Riset Doc: Dok. ugm.ac.id

Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengalokasikan dana penelitian sebesar Rp1,28 triliun untuk mendukung lebih dari 16.800 proposal riset dari 1.503 perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Dirjen Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Dr. M. Fauzan Adziman, menyampaikan dana tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem riset dengan tema yang lebih fokus dan relevan.

“Jadi kita akan membangun program prioritas dengan fungsi pemerataan,” ujar Fauzan dalam seminar *Innovation Forum: Harmonisasi Hibah Penghiliran Inovasi 2025* di Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), Jumat (26/9).

Strategi Riset Prioritas dan Strategis

Fauzan menjelaskan, Kemdiktisaintek saat ini melakukan simplifikasi skema penelitian ke dalam dua kategori utama, yakni riset prioritas dan riset strategis. Untuk riset prioritas, pemerintah akan mengoptimalkan pendanaan yang bersumber dari APBN. Sementara untuk riset strategis, kementerian menyeleksi riset yang memiliki potensi tinggi dan mendesak untuk segera diselesaikan.

“Kita mencari mana yang berpotensi tinggi, mencari mana masalah yang harus kita segera selesaikan atau urgent begitu,” jelas Fauzan.

Hilirisasi Jadi Fokus

Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama UGM, Dr. Danang Sri Hadmoko, menekankan pentingnya hilirisasi hasil riset. Menurutnya, riset dan inovasi tidak boleh berhenti hanya pada publikasi atau prototipe.

“Inilah esensi dari hilirisasi inovasi, yaitu menjadikan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai solusi yang berdampak sosial, ekonomi sekaligus lingkungan,” kata Danang.

Ia menyebut berbagai program hibah pemerintah seperti *Promoting Research and Innovation through Modern and Efficient Science and Technology Parks Project* (Prime STeP), Program Dana Padanan (PDP), hingga Hilirisasi Riset Prioritas, telah membuka peluang strategis bagi perguruan tinggi.

“Program-program ini tentu menjadi peluang strategis untuk memperkuat jembatan antara riset di kampus dengan kebutuhan nyata di lapangan,” ujarnya.

Dukungan bagi Startup dan Inovasi Global

Direktur Pengembangan Usaha UGM, Prof. Sang Kompiang, menambahkan bahwa tahun ini UGM menerima hibah pengembangan inovasi, Pengelolaan Hibah Dorongan Teknologi TimPakar/Pengkajian, serta Program Dana Padanan dari Kemdiktisaintek. Selain itu, dukungan juga datang dari Asian Development Bank (ADB) melalui Hibah Pengembangan Inovasi, Sinergi, dan Startup Grant.

“Kedua program besar ini diharapkan mendukung pertumbuhan inovasi startup dan inovasi untuk bersaing secara global,” ungkap Sang Kompiang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Megapolitan
Selama Agustus, DKP Tangera...

Pekan Pertama Agustus, Harga Bensin Turun

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Pekan Pertama Agustus, Harg...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.