Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiongkok Perketat Aturan Ekspor Kendaraan Listrik Mulai 2026, Produsen Wajib Punya Lisensi

📅 Minggu, 28 Sep 2025, 16:02 WIB | Oleh:
Tiongkok Perketat Aturan Ekspor Kendaraan Listrik Mulai 2026, Produsen Wajib Punya Lisensi Doc: AP
Ket. Seorang model berdiri di dekat Sealion 7, kendaraan listrik dari produsen mobil Tiongkok BYD, selama pameran GIIAS di Tangerang, Juli 2025.

TAIPEI - Tiongkok akan memperketat aturan ekspor kendaraan listrik dengan mewajibkan produsen mobil memperoleh izin ekspor mulai tahun depan, kata Kementerian Perdagangan Tiongkok, Jumat (26/9).

Lisensi ekspor, yang diwajibkan mulai 1 Januari 2026, dimaksudkan untuk "mendorong perkembangan perdagangan kendaraan energi baru yang sehat," kata kementerian tersebut dalam sebuah pernyataan yang dikutp Associated Press.

Berdasarkan aturan baru, hanya produsen mobil dan perusahaan resminya yang akan diizinkan mengajukan permohonan izin ekspor. Kendaraan berbahan bakar bensin dan hibrida sudah tunduk pada pengelolaan izin serupa.

Para pejabat mengatakan kebijakan tersebut menyasar eksportir ilegal yang telah mengirimkan mobil listrik ke pasar luar negeri tanpa dukungan purnajual. Praktik ini telah menyebabkan pengalaman pelanggan yang buruk, kredibilitas merek yang melemah, dan persaingan harga yang semakin ketat di luar negeri.

Wu Songquan, direktur kantor penelitian kebijakan di Pusat Penelitian Teknologi Otomotif Tiongkok, mencatat bahwa produsen mobil Tiongkok harus mengikuti jejak merek internasional yang mapan dengan menstandardisasi proses ekspor mereka dan memastikan kualitas produk, sehingga membangun kepercayaan abadi dengan pelanggan global.

Sejak 2019, pemerintah daerah di negara itu telah mendorong ribuan eksportir untuk mengirimkan mobil baru ke luar negeri dengan kedok "bekas". Praktik ini menyerap kelebihan pasokan domestik dan secara artifisial meningkatkan angka PDB lokal, Reuters melaporkan.

Kebijakan tersebut diberlakukan saat Beijing berupaya mengendalikan sektor kendaraan listrik di pasar otomotif terbesar di dunia.

Tiongkok juga merupakan eksportir mobil terbesar, menjual sekitar 5,5 juta kendaraan ke luar negeri tahun lalu, hampir 40% di antaranya adalah kendaraan listrik.

Amerika Serikat dan negara-negara anggota Uni Eropa termasuk di antara negara-negara yang mengenakan tarif pada kendaraan listrik buatan Tiongkok, dengan mengatakan bahwa subsidi pemerintah Tiongkok telah memberi mereka keuntungan yang tidak adil.

Dalam beberapa bulan terakhir, Beijing telah berupaya mengatasi kekhawatiran tentang kelebihan pasokan dan perang harga yang melemahkan antar-produsen kendaraan listriknya. Para kritikus mengatakan pasar kendaraan listrik diganggu oleh "involusi", istilah untuk perusahaan dan industri yang terlibat dalam persaingan tak berarti yang tidak menghasilkan apa-apa.

Khususnya, Produsen BYD awal tahun ini dikritik ketika meluncurkan pemotongan harga baru, dan beberapa pesaing mengikutinya. Wei Jianjun, ketua Great Wall Motors, memperingatkan bahwa industri ini bisa terancam jika terus berada di jalur yang sama.

Meskipun demikian, sektor kendaraan listrik domestik Tiongkok mencatat rekor penjualan pada paruh pertama tahun 2025, kendaraan listrik menyumbang lebih dari 50% dari total penjualan kendaraan penumpang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
  • Mesin Produksi Kembali Panas! BI Sebut Industri Pengolahan Tumbuh di Awal 2026
    Sebagai seseorang yang rutin mengikuti perkembangan sektor pengolahan, ...
  • Badan Pusat Statistik: Harga Beras Premium dan Medium Kompak Naik pada Agustus
    Informasi yang sangat komprehensif terkait laporan BPS bulan ...

AS Usik Inggris Terkait Kepulauan Falkland

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
AS Usik Inggris Terkait Kep...
Megapolitan
Pedagang Pasar  Jadi Sasara...
Megapolitan
KPK Bakal Periksa Bupati Bogor
Advertisement
Karhutla Sumatra-Kalimantan Membara, Prabowo Panggil Panglima TNI dan Kapolri Malam-Malam Gelar Rapat Darurat

Karhutla Sumatra-Kalimantan Membara, Prabowo Panggil Panglima TNI dan Kapolri Malam-Malam Gelar Rapat Darurat

02 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.