Kemitraan Tebu 10 Tahun: Jalan Baru SGC Tingkatkan Kesejahteraan Petani Lampung
📅 Jumat, 26 Sep 2025, 07:10 WIB | Oleh: Andriani Nuraini
Doc: Istimewa
TULANG BAWANG BARAT — Dalam upaya konkret membangkitkan ekonomi petani, Sugar Group Companies (SGC) kembali meluncurkan program kemitraan tebu dalam acara sosialisasi yang digelar di Balai Tiyuh Mekar Jaya, Kecamatan Gunung Agung pada Kamis (25/09).
Acara ini merupakan titik ke-6 dari rangkaian sosialisasi di Kabupaten Tulang Bawang Barat, yang akan segera diperluas ke wilayah Tulang Bawang, Lampung Tengah, Lampung Timur, dan daerah lainnya di Provinsi Lampung.
Kehadiran tokoh lokal dan petani tampak dalam kegiatan tersebut. Forum koordinasi pimpinan kecamatan (forkopimcam), kepala tiyuh (desa/kelurahan setempat), dan puluhan petani aktif mengikuti paparan dan diskusi.
Ir. Sulis Prapto, perwakilan dari SGC, menerangkan bahwa skema kemitraan ini ditawarkan dalam periode 10 tahun. Tujuannya: memberikan kepastian pasar dan meminimalisir risiko fluktuasi harga, terutama bagi petani singkong yang sebelumnya mengalami tekanan harga.
“Kerja sama kemitraan yang ditawarkan adalah untuk jangka waktu 10 tahun. Program ini diharapkan dapat memberikan kepastian pasar bagi petani sehingga meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan petani,” ujar Sulis Prapto.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tak hanya jaminan pasar, SGC juga menjanjikan pendampingan teknis intensif. Materi yang disiapkan mencakup bimbingan seminar hingga praktik lapangan, meliputi teknik budidaya tebu, mulai penanaman, pemeliharaan, hingga panen, agar petani dapat meningkatkan produktivitas dan mutu hasil.
Dalam presentasinya, Sulis menyebut manfaat komoditas tebu: satu kali penanaman bisa menghasilkan 3–4 kali panen, dan relatif lebih murah dari sisi biaya produksi dibanding sejumlah tanaman lain. Dia juga menyoroti kesesuaian geografi dan iklim Lampung sebagai faktor pendukung tumbuhnya tebu.
Ia juga memaparkan syarat mutu tebu yang diterima:
Sebaiknya Anda baca juga:
-
Kematangan ideal pada usia 11–13 bulan
-
Kebersihan dari kotoran, tebu mati, daun, pucuk, maupun sogolan
-
Kesegaran hasil panen, tebu harus langsung dikirim ke pabrik pada hari yang sama
Melalui sosialisasi ini, SGC berharap petani semakin tertarik bergabung dalam program kemitraan tebu, dan manfaatnya dapat dirasakan secara merata dalam jangka panjang.
Di kesempatan yang sama, Wakil Bupati Tulang Bawang Barat, Nadirsyah, menyampaikan apresiasi atas langkah SGC. Dia menekankan bahwa kemitraan ini membuka peluang strategis meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui model kerja sama yang saling menguntungkan.
“Kami berharap seluruh masyarakat dapat memanfaatkan peluang kemitraan ini. Pemerintah daerah akan terus mendukung dan memfasilitasi agar informasi sampai ke seluruh petani,” tegas Nadirsyah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!