Kemenko Perlu Direvitalisasi untuk Tingkatkan Kinerja
📅 Jumat, 26 Sep 2025, 00:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/MUHAMMAD ADIMAJA
Presiden Prabowo Subianto merombak jajaran kabinetnya dengan melantik Jenderal TNI HOR Purnawirawan Djamari Chaniago sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) di Istana Negara, Jakarta, Senin (22/9). Pergantian ini menjadi bagian dari reshuffle kabinet yang disebut sebagai upaya memperkuat stabilitas pemerintahan di tengah dinamika politik nasional.
Djamari Chaniago didapuk menggantikan posisi Sjafrie Sjamsoeddin yang sebelumnya menjabat Menko Polkam ad interim. Kehadirannya diharapkan mampu memperkokoh koordinasi antarlembaga di bidang politik, hukum, dan keamanan serta mengawal kebijakan strategis pemerintah di sektor tersebut. Untuk mengulik lebih dalam mengenai rancangan kerja Djamari Chaniago sebagai menteri baru Menko Polkam, jurnalis Koran Jakarta, Paundra Zakirulloh, berkesempatan untuk berbincang beberapa kali. Berikut petikannya.
Bagaimana ceritanya hingga Bapak dipilih Presiden Prabowo menjadi Menko Polkam?
Saya kan berada bersama-sama dengan tim yang berada dengan Pak Sjafrie. Sehingga, katakanlah kontak dengan Pak Presiden kan agak sering.
Apakah sebelumnya sudah ada pembicaraan khusus?
Sebaiknya Anda baca juga:
Tidak pernah ada pembahasan tentang rencana penunjukan saya sebagai Menko Polkam. Saya baru tahu setelah menerima telepon dari Istana Negara, sehari sebelum pelantikan. Diberi tahu karena tahapannya naik pangkat dulu, baru pelantikan.
Setelah resmi dilantik, apa fokus Bapak ke depan?
Saya siap menjalankan tugas dalam menciptakan keamanan dan stabilitas politik negara.
Sebaiknya Anda baca juga:

BPMI SETPRES/CAHYO
Ada pesan khusus dari Presiden Prabowo setelah pelantikan?
Arahan beliau, gunakan sisa umur untuk kepentingan bangsa dan negara. Berapa umur saya? 77 tahun berjalan. Sebentar lagi 77 tahun. Presiden minta kepada saya gunakan sisa umur untuk tetap mengabdi kepada bangsa dan negara. Tidak ada istilah-istilah yang lain.
Sebelum pelantikan, juga mendapat kenaikan pangkat
Beberapa jam sebelum dilantik, Presiden Prabowo memberikan kenaikan pangkat kehormatan. Dari Letnan Jenderal TNI (Purn) menjadi Jenderal TNI Kehormatan (Purn). Itu memang bisa terjadi.
Ada prioritas rencana kerja?Saya masih harus menerima laporan lengkap dari jajaran Kemenko Polkam. Setelah itu baru saya menentukan prioritas-prioritas kerja. Ya, paling tidak saya setelah menghadap Presiden, langsung menyambangi kantor Kemenko Polkam di Jalan Medan Merdeka Barat. Saya akan lakukan revitalisasi untuk peningkatan kualitas.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!