Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemenko Perlu Direvitalisasi untuk Tingkatkan Kinerja

📅 Jumat, 26 Sep 2025, 00:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Apa yang menjadi pertim­bangan utama dalam mene­ruskan kerja-kerja Kemenko Polkam?

Karena ini sudah men­jadi arahan Presiden, kita ikuti. Beliau menginginkan Kemenko Polkam sebagai garda koordinasi politik dan keamanan berjalan efektif. Pak Sjafrie waktu menjadi Menko ad interim juga sudah menekankan hal itu. Jadi saya tinggal melanjutkan dan memperkuat.

Apakah revitalisasi juga menyangkut penguatan sumber daya manusia inter­nal Kemenko Polkam?

Betul. SDM itu kunci. Revi­talisasi tidak akan berarti tan­pa dukungan orang-orang di dalamnya. Kita bicara tentang kapasitas, kecepatan, dan profesionalisme. Semua itu harus terus ditingkatkan.

Bapak datang dari latar belakang militer, bagaimana pengalaman itu akan berpe­ngaruh dalam menjalankan revitalisasi di kementerian sipil ini?

Pengalaman saya di militer mengajarkan pentingnya disi­plin, efektivitas, dan struktur komando yang jelas. Itu yang saya bawa ke sini. Revitalisa­si berarti membuat organi­sasi bekerja seperti mesin yang teratur, tidak boleh ada hambatan yang mengganggu jalannya koordinasi.

Ada target waktu untuk proses revitalisasi?

Revitalisasi itu bukan proyek sekali jadi. Ini proses berkesinambungan. Jadi tar­getnya adalah bagaimana se­tiap periode ada peningkatan nyata. Saya tidak bicara soal hitungan bulan atau tahun, tapi tentang kesinambungan kerja.

Bapak telah melaksana­kan rapat perdana sebagai Menko Polkam. Apa yang menjadi pembahasan uta­ma?

Salah satu yang kita bicara­kan adalah masalah ke dalam adalah keamanan, apakah akan lebih efektif ataukah kurang efektif, atau perlu di­perkuat.

Apakah ini terkait dengan desk penindakan yang se­belumnya dibentuk Menko Polkam terdahulu, Budi Gunawan?

Betul. Kita memang me­lakukan evaluasi terhadap desk-desk tersebut. Seluruh desk itu telah memberikan kontribusi baik untuk nega­ra. Tetapi kita perlu menilai lagi efektivitasnya di situasi sekarang. Namun, kita belum bisa memastikan apakah desk ini menjadi model utama. Saat ini masih dalam tahap evaluasi apakah konsep pe­nindakan lewat desk-desk itu akan diadopsi kembali atau perlu ada penyegaran.

Budi Gunawan memben­tuk desk karhutla, narkoba, korupsi, hingga P2MI. Apakah desk-desk itu tetap relevan?

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pelatihan untuk Tekan Penga...
Nasional
Dinamika Atmosfer Picu Banj...
Nasional
Pengesahan UU Pengembangan ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.