WHO Bantah Klaim Trump soal Parasetamol Picu Autisme pada Ibu Hamil
📅 Rabu, 24 Sep 2025, 18:30 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: AFP
JAKARTA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) membantah klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut konsumsi parasetamol selama kehamilan bisa dikaitkan dengan autisme. Pernyataan tersebut disampaikan WHO pada Rabu sebagai respons atas komentar Trump dalam sebuah acara di Gedung Putih awal pekan ini.
Trump saat itu meminta para ibu hamil untuk "bertahan" tanpa mengonsumsi asetaminofen, bahan aktif dalam Tylenol. Ia menilai obat tersebut bisa berbahaya dan sebaiknya dihindari kecuali bila terjadi demam sangat tinggi.
"Saat ini belum ada bukti ilmiah konklusif yang mengonfirmasi kemungkinan hubungan antara autisme dan penggunaan asetaminofen selama kehamilan," tegas WHO dalam pernyataannya. Organisasi itu menambahkan, berbagai penelitian skala besar selama dekade terakhir tidak menemukan "hubungan yang konsisten".
WHO menjelaskan parasetamol atau asetaminofen merupakan obat bebas yang paling sering digunakan ibu hamil di seluruh dunia. Lebih dari separuh ibu hamil mengonsumsinya untuk meredakan sakit kepala, nyeri, atau demam, dan sejauh ini tetap direkomendasikan oleh badan kesehatan sebagai obat yang aman.
Badan kesehatan dunia tersebut mengingatkan agar ibu hamil mengikuti panduan medis resmi, bukan komentar publik yang tidak didukung bukti ilmiah. "Obat apa pun harus digunakan dengan hati-hati selama kehamilan, terutama pada tiga bulan pertama, dan sesuai anjuran tenaga kesehatan," ujar WHO.
Sebaiknya Anda baca juga:
WHO juga menyoroti pentingnya imunisasi sebagai bagian dari kesehatan ibu dan anak. Jadwal vaksinasi, sebutnya, disusun berdasarkan bukti ilmiah yang kuat dan telah menyelamatkan sekitar 154 juta jiwa dalam 50 tahun terakhir.
Pihaknya menekankan gangguan dalam program imunisasi bisa berdampak serius bagi masyarakat. Risiko penyebaran penyakit menular akan meningkat tajam jika vaksinasi tidak berjalan sesuai jadwal.
Saat ini, WHO memperkirakan hampir 62 juta orang di dunia hidup dengan gangguan spektrum autisme. Penyebab pasti autisme masih belum diketahui, meskipun sejumlah faktor diduga memiliki keterkaitan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan demikian, WHO menegaskan kembali pentingnya rujukan pada saran tenaga medis dalam penggunaan obat selama kehamilan. Sikap hati-hati tetap diperlukan, namun klaim tanpa dasar ilmiah bisa menimbulkan kebingungan publik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!