Jakarta Barat Dilanda Campak, Cegah Sebelum Menular
📅 Senin, 22 Sep 2025, 20:34 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/HO-Sudinkes Jakarta Utara
JAKATRTA - Kasus campak di Jakarta Barat terus meningkat, tercatat 132 kasus hingga Selasa (16/9). Suku Dinas Kesehatan setempat pun menjalankan imunisasi massal dan pengawasan ketat, termasuk pemantauan kontak erat serta pengiriman spesimen campak. Meski begitu, Dinkes menegaskan situasi belum tergolong Kejadian Luar Biasa (KLB). Masyarakat diimbau segera melakukan vaksinasi, menerapkan perilaku hidup bersih, dan berkonsultasi ke fasilitas kesehatan bila muncul gejala ruam.”
"Hingga Selasa (16/9), ada 132 kasus campak di Jakarta Barat," kata Kepala Sudinkes Jakarta Barat Erizon Safari saat dihubungi di Jakarta, Senin.
Untuk itu, lanjutnya, pihaknya telah dan sedang meningkatkan pengawasan dan imunisasi massal (outbreak response immunization/ORI) termasuk imunisasi kejar, khususnya di Cengkareng.
Adapun pengawasan, kata Erizon, dilakukan dengan tata laksana kasus dan pemantauan ketat kontak erat. "Serta pengiriman spesimen campak," kata dia.
Erizon pun meminta masyarakat untuk aktif dan responsif mendukung pencegahan penyakit campak dengan melakukan sejumlah upaya.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Warga diharapkan melakukan vaksinasi campak rubella sesuai jadwal. Kemudian menerapkan perilaku hidup bersih sehat dan datang ke fasilitas kesehatan jika bergejala ruam," kata Erizon.
Lebih lanjut, terkait 38 kasus di Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Erizon membantah klaim bahwa jumlah kasus itu sudah tergolong kejadian luar biasa (KLB).
"Ini respons peningkatan kasus campak terutama di Cengkareng. Namun Dinkes sampai saat ini belum pernah secara resmi menyatakan bahwa sudah terjadi KLB. Karena kalau KLB, maka banyak hal yang harus disesuaikan termasuk pembiayaan di RS," kata Erizon.
Sebaiknya Anda baca juga:
Erizon menegaskan bahwa masyarakat perlu melakukan sejumlah langkah pencegahan.
"Seperti yang sudah disampaikan tadi, vaksinasi, perilaku hidup bersih dan segera berkonsultasi jika bergejala ruam," kata Erizon.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatat terdapat sebanyak 218 kasus campak per awal September 2025, ditambah dengan 63 kasus rubella, tanpa ada kematian di Kota Jakarta.
"Kasus campak di DKI Jakarta itu sempat naik. Ada 218 kasus pada awal September dan juga ada 63 kasus rubella yang sudah terkonfirmasi. Alhamdulillah, tidak ada kematian yang dilaporkan sampai dengan saat ini," ujar Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati dalam seminar bertema “Cegah Campak dari Rumah Kita” di Jakarta, Selasa (9/9).
Dia menyebutkan kasus campak tersebut, di antaranya ditemukan di Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng dengan total 38 total kasus positif campak.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!