Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Berawal dari London Aksi Unjuk Rasa Kebijakan Imigrasi Merembet ke Tokyo hingga Sydney

📅 Selasa, 16 Sep 2025, 20:27 WIB | Oleh:

Kementerian Luar Negeri kemudian menyatakan bahwa Tokyo tidak memiliki rencana untuk mengambil langkah-langkah guna mempromosikan penerimaan imigran atau mengeluarkan visa khusus bagi warga negara Afrika.

“Telah beredar laporan dan pernyataan, baik di dalam maupun luar negeri, yang berisi informasi yang tidak sesuai dengan fakta,” kata kementerian tersebut dalam sebuah pernyataan, sambil menekankan bahwa JICA hanya berencana untuk mempromosikan pertukaran melalui berbagai kegiatan.


Australia Tuntut Penghentian "Imigrasi Massal"

Gelombang protes anti-imigrasi juga menyentuh Melbourne dan Sydney, Australia pada 31 Agustus.

Tak jauh berbeda dengan Jepang — di mana gerakan anti-imigrasi dipimpin oleh kelompok partai, kelompok sayap kanan ekstrem Australia memimpin aksi yang menuntut penghentian apa yang mereka sebut imigrasi massal.

Sekitar 5.000 orang beraksi di Melbourne membawa membawa bendera Australia dalam aksi yang mereka beri nama unjuk rasa anti-imigran “March for Australia”.

Anggota jaringan neo-Nazi bernama National Socialist Network turut berpidato dalam beberapa aksi, menggunakan slogan seperti Hail White Australia atau “Hidup Australia Putih”.

“Migrasi massal telah merusak ikatan yang menyatukan komunitas kita,” kata kelompok tersebut melalui webnya.

Sehari sebelum demo, kelompok itu juga menulis di platform X bahwa unjuk rasa itu bertujuan untuk melakukan apa yang tidak pernah berani dilakukan oleh para politisi arus utama: menuntut diakhirinya imigrasi massal.

Menanggapi tuntutan demo, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyatakan keberpihakannya kepada para pendatang dengan mengatakan bahwa imigrasi telah membawa “banyak manfaat” bagi negara itu.

“Selalu ada sekelompok orang yang menggunakan isu imigrasi sebagai platform politik. Tapi migrasi, tentu saja, telah membawa banyak manfaat bagi negara kita,” kata Albanese.

Albanese menilai demonstran menyuarakan kekhawatiran yang sah, namun ia menekankan bahwa kaum neo-Nazi diberi panggung. Menurutnya, “nada” pada unjuk rasa tersebut mengandung penuh kebencian—yang tidak mencerminkan pandangan mayoritas warga Australia,

“Gagasan bahwa seorang neo-Nazi secara terbuka bisa menyampaikan pidato di tangga Parlemen Victoria adalah sesuatu yang bertentangan dengan nilai-nilai Australia,” tambahnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.