Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Berawal dari London Aksi Unjuk Rasa Kebijakan Imigrasi Merembet ke Tokyo hingga Sydney

📅 Selasa, 16 Sep 2025, 20:27 WIB | Oleh:

Kendati mengerahkan ribuan personil, aksi unjuk rasa berakhir dengan kekerasan saat petugas berupaya membubarkan massa. Kepolisan London menuturkan bahwa petugas diserang dengan tendangan dan pukulan. Botol, suar, dan benda-benda lainnya dilemparkan. Sekitar 25 orang ditahan dan 26 petugas kepolisian terluka.

Japanese First

Protes anti-imigrasi sudah terlebih dahulu terjadi di Osaka. Rekaman video protes yang beredar di media sosial pada 30 Oktober menunjukkan ribuan orang Jepang yang membawa bendera dan spanduk bertuliskan “Jangan jadikan Jepang Afrika!”.

Senada dengan Inggris, peningkatan pekerja asing memicu keresahan publik. Sentimen semakin menguat setelah beredarnya informasi minggu lalu bahwa Pemerintah Jepang mendukung imigrasi dari Afrika.

Sentimen terhadap pekerja asing, tidak meletus begitu saja. Melonjaknya jumlah wisatawan mancanegara ke Jepang sementara populasinya menyusut, negara tersebut menyaksikan kebangkitan partai-partai populis sayap kanan dengan posisi ekstremis terkait kontrol imigrasi sebagai landasan utama ideologi konservatif mereka.

Di media sosial, kelompok ultranasionalis Jepang telah lama menyerang warga asing dengan ujaran kebencian. Di kota-kota Jepang, kelompok-kelompok ultranasionalis menyebarkan ujaran kebencian melalui pengeras suara.

Kini, partai-partai politik baru membawa pesan serupa ke politik arus utama dan mendapatkan dukungan dari Partai Demokrat Liberal (LDP) konservatif yang telah lama mendominasi panggung politik.

Sanseito, sebuah partai populis sayap kanan ekstrem, mengejutkan dunia politik Jepang bulan lalu dengan meraih 15 kursi dalam pemilu Majelis Tinggi Juli 2022, menjadikannya peraih suara terbanyak ketiga dan menghancurkan anggapan lama bahwa Jepang modern kebal terhadap populisme.

Platform Japanese First atau “Utamakan Jepang” yang diusung partai ini mencakup pengendalian imigrasi yang lebih ketat, penghentian tunjangan kesejahteraan bagi warga asing, bahkan usulan untuk “memeriksa kesetiaan” para pendatang.

Sanseito berhasil membingkai isu imigrasi sebagai bentuk “invasi diam-diam,” meskipun Jepang merupakan salah satu negara maju dengan proporsi penduduk asing terendah di dunia.

Pada tahun 2024, jumlah penduduk asing di Jepang meningkat lebih dari 10 persen menjadi 3,76 juta—rekor baru untuk tahun ketiga berturut-turut—dan kini mencakup lebih dari tiga persen dari total populasi.

Pemerintah Jepang pada 26 Agustus, sebelum protes di Osaka meletus, telah membantah bahwa mereka sedang mempromosikan imigrasi dari Afrika,

Setelah Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA) pada minggu sebelumnya menetapkan empat kota di Jepang untuk memperkuat hubungan dengan benua Afrika, pemerintah kota setempat dibanjiri panggilan dan email protes, termasuk tuduhan bahwa peningkatan jumlah migran dari Afrika akan memperburuk ketertiban umum.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.