Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Polisi London Bakal Dibekali Senjata Api Imbas Bentrok Aksi Unjuk Rasa

📅 Senin, 15 Sep 2025, 16:36 WIB | Oleh:
Polisi London Bakal Dibekali Senjata Api Imbas Bentrok Aksi Unjuk Rasa Doc: AP/Joanna Chan
Ket. Para pengunjuk rasa dalam aksi sayap kanan bertajuk Unite the Kingdom di London pada Sabtu (13/9).

MOSKOW - Pimpinan kepolisian London sedang mempertimbangkan untuk memberikan senjata api kepada petugas polisi reguler di tengah meningkatnya ancaman terhadap keselamatan mereka dari para pelaku kriminal.

Menurut laporan The Telegraph pada Senin (15/9), mengutip dokumen hasil investigasi internal kepolisian, menemukan bahwa Kepolisian Metropolitan harus mempertimbangkan untuk secara rutin membekali petugas dengan pistol semi-otomatis guna melindungi mereka dari ancaman yang semakin meningkat terhadap keselamatan nyawa mereka.

Disebutkan bahwa peninjauan terhadap aturan penggunaan senjata dilakukan setelah dua petugas Kepolisian Metropolitan ditikam secara serius di pusat kota London pada tahun 2022.

Menurut publikasi tersebut, saat ini senjata api hanya tersedia bagi anggota unit khusus yang telah mendapat pelatihan intensif, serta petugas yang bertugas mengamankan acara penting atau untuk menembak hewan berbahaya. Sementara itu, petugas polisi lainnya hanya dibekali radio dan semprotan merica.

Adapun polisi London pada Sabtu (13/9) mengatakan mereka terlibat bentrokan dengan para pengunjuk rasa dalam aksi sayap kanan bertajuk Unite the Kingdom di London.

Para peserta aksi yang dipimpin oleh aktivis kelompok ekstrem kanan Tommy Robinson berkumpul pada Sabtu (13/9) pagi di Russell Square, lalu bergerak menuju kawasan pemerintahan di Whitehall.

Banyak dari mereka membawa bendera St George dan Union Jack. Para peserta meneriakkan slogan-slogan menentang Perdana Menteri Keir Starmer, dengan mengkritik kebijakan pemerintah terkait imigrasi dan pembatasan kebebasan berpendapat.

"Ketika petugas bergerak untuk menghentikan mereka, mereka menghadapi kekerasan yang tidak dapat diterima. Mereka diserang dengan tendangan dan pukulan. Botol, suar, dan benda-benda lain dilemparkan ke arah mereka,” kata pihak kepolisian melalui akun X.

Pihak kepolisian turut menambahkan bahwa sembilan orang telah ditahan dan jumlah penangkapan kemungkinan akan bertambah. Ant/Sputnik/RIA Novosti-OANA

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.