Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Eropa Belum Aman, Inflasi Zona Euro Naik Lagi

📅 Minggu, 02 Agu 2026, 22:09 WIB | Oleh:
Eropa Belum Aman, Inflasi Zona Euro Naik Lagi Doc: AFP

BRUSSELS - Inflasi tahunan di zona euro diperkirakan naik tipis menjadi 2,9 persen pada Juli dari 2,8 persen pada Juni, menurut estimasi kilat yang dirilis oleh Eurostat pada Sabtu (1/8).

Kenaikan tersebut terutama didorong oleh kembali meningkatnya tekanan harga energi. Harga energi diperkirakan akan naik 10,0 persen secara tahunan (yoy) pada Juli, meningkat dari 8,5 persen pada Juni, menurut Eurostat, badan statistik Uni Eropa (UE). Inflasi sektor jasa juga diperkirakan meningkat menjadi 3,3 persen dari 3,2 persen pada bulan sebelumnya.

Kenaikan tersebut terutama didorong oleh kembali meningkatnya tekanan harga energi. Harga energi diperkirakan akan naik 10,0 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada Juli, meningkat dari 8,5 persen pada Juni, menurut Eurostat, badan statistik Uni Eropa (UE). Inflasi sektor jasa juga diperkirakan meningkat menjadi 3,3 persen dari 3,2 persen pada bulan sebelumnya.

Harga makanan, minuman beralkohol, dan tembakau diperkirakan naik 1,2 persen (yoy), turun dari 1,5 persen pada Juni, sementara barang-barang industri nonenergi diperkirakan mencatat tingkat inflasi tahunan sebesar 0,9 persen, naik dari 0,7 persen. Inflasi inti, yang tidak mencakup energi, makanan, minuman beralkohol, dan tembakau, diperkirakan sebesar 2,5 persen pada Juli, naik dari 2,4 persen pada Juni.

Menurut data Eurostat, inflasi meningkat di tiga ekonomi terbesar di zona euro pada Juli. Tingkat inflasi Jerman naik menjadi 2,8 persen dari 2,4 persen pada Juni, Prancis menjadi 2,4 persen dari 2,0 persen, dan Spanyol menjadi 3,8 persen dari 3,6 persen. Sementara itu, tingkat inflasi Italia turun tipis menjadi 2,9 persen dari 3,0 persen.

Bert Colijn, kepala ekonom ING untuk Belanda, pada Jumat mengatakan bahwa harga bahan bakar naik tajam pada Juli, tetapi dampaknya terhadap angka inflasi bulan tersebut relatif terbatas karena bulan itu dimulai ketika nota kesepahaman (MoU) antara Amerika Serikat dan Iran masih berlaku.

Dia memperingatkan bahwa inflasi dapat meningkat secara signifikan pada Agustus jika harga minyak tetap berada di sekitar level saat ini, seraya menambahkan bahwa kenaikan inflasi inti mencerminkan tren kenaikan tipis baik pada inflasi barang maupun jasa.

Data tersebut dirilis setelah Bank Sentral Eropa (ECB) pada pekan lalu memutuskan untuk mempertahankan ketiga suku bunga acuannya tetap tidak berubah. ECB mengatakan bahwa prospek harga energi masih sangat bergejolak dan dampak inflasi secara penuh dari guncangan harga energi masih belum sepenuhnya terjadi. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Nasional
Bupati Bogor Akhirnya Buka ...
Daerah
UMKM Pariaman Siap Naik Kel...

Karhutla Lereng Semeru Meluas, Area Terdampak Capai 600 Hektare

26 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Karhutla Lereng Semeru Melu...
Advertisement
Badan Geologi Sebut Erupsi Sinabung Berpotensi Diikuti Letusan yang Lebih Besar

Badan Geologi Sebut Erupsi Sinabung Berpotensi Diikuti Letusan yang Lebih Besar

31 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.