Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kaltim Selamatkan Arsip Bernilai Sejarah

📅 Senin, 15 Sep 2025, 02:04 WIB | Oleh:
Kaltim Selamatkan Arsip Bernilai Sejarah Doc: ist
Ket. arsip

SAMARINDA - Arsip bernilai sejarah melalui kegiatan pengawasan pengelolaan arsip statis di lingkungan pemerintah provinsi Kaltim mulai diselamatkan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK). “Fakta di lapangan menunjukkan bahwa tidak semua badan atau dinas melakukan penilaian arsip secara mandiri,” kata Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pengelolaan Arsip dan Akuisisi Arsip DPK Kaltim Risnawati di Samarinda, Minggu.

Ia mengatakan banyak organisasi perangkat daerah (OPD) belum menyerahkan laporan arsip statis kepada DPK Kaltim sesuai dengan peraturan yang berlaku. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius bagi DPK Kaltim yang memiliki tugas sebagai lembaga pembina kearsipan di daerah.

"Pengawasan ini bertujuan utama untuk memastikan bahwa pengelolaan arsip statis di setiap badan atau dinas berjalan sesuai dengan regulasi dan prosedur yang berlaku," ujar dia. Langkah ini dianggap penting untuk menyatukan pemahaman bersama tentang urgensi pengelolaan arsip dalam lingkungan birokrasi pemerintahan.

Arsip statis merupakan dokumen yang memiliki nilai guna kesejarahan dan sudah tidak digunakan lagi secara langsung dalam penyelenggaraan administrasi negara. Keberadaan arsip itu menjadi bukti pertanggungjawaban nasional atas setiap tindakan pemerintah dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

"Sayangnya, pemahaman dan perlakuan terhadap arsip vital ini masih belum seragam di semua instansi," kata Risnawati. Arsiparis Ahli Muda DPK Kaltim Zainuddin menambahkan hasil temuan di lapangan mengungkap suatu tantangan teknis yang signifikan.

"Hasil temuan di lapangan menunjukkan arsip statis di OPD masih banyak yang tergabung dengan arsip dinamis inaktif," katanya. Dia menjelaskan kondisi pencampuran antara dua jenis arsip yang berbeda perlakuan ini menyebabkan proses pengelolaan menjadi lebih rumit.

Kondisi ini menyebabkan proses penentuan arsip statis yang harus diselamatkan menjadi lebih panjang dan kompleks dari yang seharusnya. Arsip dinamis inaktif adalah arsip yang frekuensi penggunaannya untuk operasional kerja sudah menurun, namun masih disimpan untuk rujukan sewaktu-waktu.

Arsip statis seharusnya sudah dipisahkan dan diserahkan kepada lembaga kearsipan untuk dilestarikan secara permanen. "Pencampuran ini meningkatkan risiko kerusakan, kehilangan, bahkan pemusnahan dokumen bersejarah secara tidak sengaja," demikian Zainuddin. Semoga dengan upaya penyelamatan ini sejarah suatu daerah dapat terjaga dengan baik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
Luar Negeri
Mengenaskan! Parade Kereta ...
Advertisement
Saldo Tabungan Masyarakat Menyusut, Fenomena “Mantab” Jadi Sorotan

Saldo Tabungan Masyarakat Menyusut, Fenomena “Mantab” Jadi Sorotan

10 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.