Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Maksudnya Bagaimana Teknologi Pendingn Bisa Menjadi Kunci Ketahanan Pangan Nasional

📅 Rabu, 10 Sep 2025, 00:58 WIB | Oleh:
Maksudnya Bagaimana Teknologi Pendingn Bisa Menjadi Kunci Ketahanan Pangan Nasional Doc: ant
Ket. bahan pangan

JAKARTA – Ada berita unik. Konon teknologi pendingin hemat energi berpotensi bisa menjadi kunci penting dalam mewujudkan program swasembada pangan nasional. Alasannya dapat memperpanjang usia simpan dan menjaga kualitas komoditas pertanian, terutama hortikultura dan perikanan yang mudah rusak. Namun, terutama mestinya mempertinggi produk pertanian ya.

“Dua kunci ketahanan pangan adalah hilirisasi produk, seperti cabai agar tidak cepat busuk, dan distribusi pangan antardaerah dengan suhu yang terjaga. Semua ini butuh teknologi pendingin yang efisien dan ramah lingkungan,” kata Kepala Bidang Cold Chain (Rantai Dingin) Perkumpulan Pelaku Logistik Indonesia (PPLI) Tejo Mulyono alam konferensi pers Road to Pameran Pendingin dan Tata Ruang 2025 di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, dengan menggunakan teknologi pendingin hemat energi, maka dapat menekan kerugian akibat 'food loss', yakni kehilangan pangan pada tahap produksi, pascapanen, hingga distribusi sebelum sampai ke konsumen. Tejo menjelaskan, kendala utama penerapan teknologi pendingin di Indonesia adalah pasokan listrik yang belum stabil, khususnya di kawasan timur. Padahal, wilayah tersebut memiliki potensi besar di sektor perikanan dan perkebunan skala kecil yang membutuhkan fasilitas penyimpanan dingin.

Dia berharap ajang Pameran Pendingin dan Tata Ruang 2025 bisa menghadirkan inovasi teknologi pendingin berbasis energi baru terbarukan (EBT), sehingga lebih efisien, berkelanjutan, dan mampu menekan biaya operasional logistik pangan yang cenderung tinggi dengan teknologi pendingin konvensional saat ini. Selain sektor logistik, teknologi pendingin juga berperan dalam mendukung program pemerintah menuju ketahanan pangan dan mengurangi ketergantungan impor. Dengan rantai dingin yang kuat, maka hasil produksi lokal dapat terserap lebih optimal tanpa kehilangan kualitas.

 Dia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah, industri, dan akademisi sangat diperlukan agar teknologi pendingin yang tepat guna bisa dipraktikkan secara luas. “Inovasi teknologinya ada, tinggal bagaimana kita memastikan implementasi di lapangan benar-benar berjalan, untuk bisa swasembada pangan. Tentu ini butuh upaya kolaborasi dari berbagai pihak,” ujarnya.

Pameran Pendingin dan Tata Ruang 2025 sendiri akan berlangsung di Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta, pada 24–26 September 2025 dengan menghadirkan 350 merek global dan menyoroti solusi pendinginan hemat energi serta tata ruang untuk berbagai sektor, termasuk logistik pangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Olahraga
Hasil Liga Europa: Bournemo...
Olahraga
Madura United Bersuka Cita ...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.