Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Apa Saja yang Dimakan?

📅 Rabu, 10 Sep 2025, 07:58 WIB | Oleh:
Apa Saja yang Dimakan? Doc: VANDERLEI ALMEIDA / AFP
Ket. Orangutan Sumatera (Pongo Pygmaeus Abelli) menikmati buah, di kebun binatang Rio de Janeiro pada (18/12).

SEBAGAI hewan pemakan buah, orangutan dapat mencari makan hingga 6 jam sehari di rumah hutan hujan mereka. Bayi orangutan bergantung pada susu induknya selama 3-4 tahun pertama kehidupannya. Seiring pertumbuhannya, mereka mulai bereksperimen dengan makanan padat lainnya seperti bayi manusia.

Laman Orangutan Appeal, mengamati induknya makan membantu mengajari mereka makanan mana yang aman dan mana yang harus dihindari. Orangutan liar harus mencari makan hingga 6 jam sehari untuk menemukan cukup makanan di hutan hujan agar dapat bertahan hidup.

Meskipun pola makan mereka terdiri dari sekitar 60% buah, seperti durian, mereka juga memakan daun, kulit pohon, akar, serangga, dan terkadang bahkan mamalia kecil seperti kukang. Hutan hujan Kalimantan terkenal karena musimnya yang tidak menentu yang dapat menyebabkan ketersediaan buah langka untuk waktu yang lama. Oleh karena itu, penting bagi sumber makanan lain untuk dikonsumsi saat mereka tidak ada.

“Orangutan Kalimantan telah mengembangkan sistem pencernaan unik yang lebih adaptif daripada primata lain untuk mencerna serat, menyimpan lemak, dan menghemat energi. Ini berarti mereka dapat mengekstrak nutrisi dari bagian makanan mereka yang keras dan berserat dengan lebih efisien,” tulis laman itu.

Rayap merupakan camilan lezat bagi orangutan dan merupakan sumber protein yang baik. Untuk memudahkan penangkapan, orangutan menggunakan tongkat sebagai alat. Mereka akan menusukkan tongkat ke sarang dan menunggu serangga kecil menutupinya.

Kemudian mereka akan menarik tongkat tersebut dan memakan rayap dari tongkat tersebut, seperti memakan lollipop. Meskipun memakan waktu, aktivitas ini merupakan sumber hiburan sekaligus kebutuhan.

Di alam liar, orangutan umumnya mencari makan dan makan di pagi hari dan sore hari ketika suhu udara tidak terlalu panas. Selama waktu ini, mereka akan menggunakan dahan-dahan pohon untuk bergerak perlahan di antara tajuk hutan mencari buah-buahan lezat sambil merumput daun-daun muda.

“Orangutan sering dianggap sebagai kera besar yang “lambat dan stabil” karena mereka menghemat energi dengan bergerak perlahan di antara pepohonan dan membatasi aktivitas mereka,” tulis laman tersebut. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.