Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Riset Ungkap Cara Keluarga Asia Tenggara Menciptakan Ruang untuk Beristirahat

📅 Senin, 17 Agu 2026, 21:47 WIB | Oleh:
Riset Ungkap Cara Keluarga Asia Tenggara Menciptakan Ruang untuk Beristirahat Doc: Ikea Indonesia
Ket. Ikea Indonesia bersama Wonderwhy SEA dalam paparan riset bertajuk Clean Sleeper, di Tangerang baru-baru ini. Laporan ini mengungkap kebiasaan keluarga Asia Tenggara dalam memanfaatkan ruang rumah, termasuk kamar tidur, penyimpanan, dan kebutuhan beristirahat.

TANGERANG – Perubahan kebutuhan keluarga dan kebiasaan sehari-hari turut memengaruhi cara masyarakat memanfaatkan ruang di dalam rumah. Kamar tidur, misalnya, tidak selalu hanya digunakan sebagai tempat tidur, tetapi dapat berfungsi sebagai ruang bermain, belajar, menyimpan barang, hingga menjalankan aktivitas personal lainnya.

Kondisi tersebut menjadi salah satu pembahasan Ikea Indonesia bersama Wonderwhy SEA melalui Clean Sleeper, sebuah tema yang melihat hubungan antara kebiasaan masyarakat Asia Tenggara, kehidupan di rumah, dan kebutuhan untuk beristirahat.

Dalam pembahasan tersebut, Ikea membawa hasil pengamatan melalui Ikea Home Visit dan Life at Home, sementara Wonderwhy memberikan perspektif mengenai kebiasaan dan konteks budaya masyarakat Asia Tenggara.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan ruang di dalam rumah tidak dapat dilepaskan dari bagaimana penghuninya menjalani kehidupan sehari-hari.

Rumah tidak selalu berarti ruang yang minim barang

Bagi Ikea, rumah yang mendukung aktivitas penghuninya tidak selalu berarti rumah yang memiliki lebih sedikit barang. Barang yang disimpan di rumah sering kali memiliki fungsi, cerita, maupun nilai personal bagi pemiliknya.

Country Home Furnishing & Retail Design Manager Ikea Indonesia Ardan Hanafi mengatakan proses merancang solusi rumah perlu dimulai dari pemahaman terhadap kebiasaan penghuninya.

“Kami selalu mulai mendesain dari cara orang menjalani hari-harinya di rumah. Ketika sebuah barang tetap disimpan meski jarang digunakan, kami ingin tahu apa yang membuat barang itu penting bagi pemiliknya,” ujar Ardan.

Menurut dia, pemahaman tersebut membantu Ikea melihat kebutuhan penyimpanan yang lebih relevan dengan kehidupan masyarakat.

“Dari sana, kami bisa melihat kebutuhan penyimpanan yang lebih relevan untuk masyarakat,” katanya.

Pengamatan terhadap kebiasaan keluarga juga terlihat dari cara mereka menggunakan kamar tidur. Dalam sejumlah rumah yang dikunjungi Ikea, misalnya, anak mulai memiliki kamar sendiri sejak usia sekitar lima tahun.

Namun, keberadaan kamar tersebut tidak selalu berarti anak langsung menggunakannya sebagai tempat tidur. Ruang tersebut dapat digunakan sebagai tempat bermain, belajar, sekaligus menyimpan berbagai barang.

Pada saat yang sama, anak masih dapat tidur bersama orang tua, baik di kasur orang tua maupun menggunakan kasur sendiri yang berada di kamar yang sama.

Kondisi serupa juga terlihat di kamar tidur orang dewasa. Pakaian, tas, buku, aksesori, dan barang-barang pribadi dapat berkumpul di sekitar lemari atau tempat tidur ketika belum tersedia sistem penyimpanan yang sesuai.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Luar Negeri
Peringatan dari Para Tokoh ...

Swasembada Susu Masih Terbentur Impor

16 menit yang lalu | Lukman

Ekonomi
Swasembada Susu Masih Terbe...
Ekonomi
KIH Perkuat Daya Saing Prod...

Pemkot Surabaya Siapkan Perwali untuk Lindungi Hak Mbak-mbak PRT

16 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Pemkot Surabaya Siapkan Per...
Daerah
8 Accu Stasiun Pemantau Ana...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.