Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kota Mataram Terima Hibah Insinerator dari Korea Selatan, Kurangi Sampah ke TPA

📅 Rabu, 03 Sep 2025, 15:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kota Mataram Terima Hibah Insinerator dari Korea Selatan, Kurangi Sampah ke TPA Doc: Antara Foto
Ket. Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana (kiri baju coklat) bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram H Nizar Denny Cahyadi (baju putih) mengecek bantuan insinerator (belakang) dari Korea Selatan yang diberikan melalui Pemerintah Provinsi NTB

Pemerintah Kota Mataram menyebut bantuan hibah insinerator dari Korea Selatan yang diberikan melalui Provinsi Nusa Tenggara Barat dapat mengurangi sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok di Kabupaten Lombok Barat.

"Kapasitas insinerator tersebut mencapai 10 ton per hari, secara otomatis sampah yang dibuang ke TPA juga berkurang 10 per hari," kata Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana di Mataram, Rabu.

Hal tersebut disampaikan di sela-sela mengecek bantuan insinerator yang saat ini sudah berada di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) konvensional Sandubaya.

Untuk mengoptimalkan pengurangan sampah yang dibuang ke TPA, Pemerintah Kota Mataram berencana menempatkan dua unit lagi mesin insinerator dengan kapasitas yang sama.

Satu mesin insinerator akan dibeli tahun ini, dan satu unit lagi akan menggunakan mesin insinerator limpahan dari Rumah Sakit (RS) Moh Ruslan Kota Mataram.

Dengan tiga mesin insinerator beroperasi secara bersamaan di TPST konvensional Sandubaya, maka dalam sehari sampah yang bisa dikurangi ke TPA sebanyak 30 ton.

Sementara di TPST Modern Sandubaya dilakukan juga pengurangan sekitar 50 ton per hari dengan sistem pemilihan dan pengolahan. Jika itu bisa direalisasikan, maka pembuangan sampah ke TPA tersisa sekitar 120 ton dari total 200 ton sampah di Kota Mataram per hari.

"Kalau sudah ada tiga insinerator, pengurangan sampah yang dibuang ke TPA bisa lebih signifikan," katanya.

Penanganan sampah dengan menggunakan teknologi ramah lingkungan insinerator, kata Wali Kota Mataram bisa mengurangi ketergantungan Pemerintah Kota Mataram dengan TPA Kebon Kongok.

"Kami tidak bisa sepenuhnya mengandalkan penanganan sampah dengan sistem kumpul angkut buang. Kami punya komitmen penanganan sampah tidak sepenuhnya bergantung ke TPA," katanya.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram H Nizar Denny Cahyadi saat mendampingi wali kota menambahkan, saat uji coba penggunaan insinerator pada Selasa (2/9-2025) menyebutkan residu dari satu kali pembakaran sebanyak 5 ton hanya setengah karung.

"Satu karung berisi 25 kilogram, kalau setengah ya residu sekitar 12,5 kilogram. Jadi sangat sedikit," katanya.

Residu tersebut akan dilakukan uji coba untuk diolah menjadi batako, agar semua sampah yang dibakar melalui insinerator tidak ada yang terbuang karena dimanfaatkan secara optimal.

"Dari hasil uji coba, semua jenis sampah bisa masuk ke insinerator baik itu sampah organik maupun anorganik berupa logam, besi, beling dan lainnya,".

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar

Perum Bulog Percepat Penyaluran Bantuan Pangan di Depok

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Megapolitan
Perum Bulog Percepat Penyal...
Megapolitan
Tangerang 10K Jadi Pintu Ma...
Megapolitan
102 Ribu Warga Depok Segera...
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.