Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Surplus Perdagangan Juli Tembus 4,17 Miliar Dolar, Nonmigas Jadi Penyelamat

📅 Senin, 01 Sep 2025, 23:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
Surplus Perdagangan Juli Tembus 4,17 Miliar Dolar, Nonmigas Jadi Penyelamat Doc: Antara.
Ket. Ilustrasi - Terminal Petikemas Surabaya, Jawa Timur.

JAKARTA – Surplus perdagangan memegang peran vital bagi ketahanan dan pertumbuhan perekonomian.

Ketika nilai ekspor lebih tinggi dibanding impor, negara memperoleh cadangan devisa yang lebih kuat, memperkuat stabilitas nilai tukar, serta memberikan ruang fiskal yang lebih luas.

Surplus juga mencerminkan daya saing produk nasional di pasar global sekaligus mendorong aktivitas produksi dalam negeri, yang pada akhirnya menyerap tenaga kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Namun, keberlanjutan surplus sangat bergantung pada diversifikasi pasar ekspor, peningkatan nilai tambah produk, serta pengelolaan impor yang cermat agar tidak menimbulkan ketergantungan struktural.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan barang Indonesia pada Juli tahun ini tercatat surplus 4,17 miliar dolar AS ditopang komoditas non-migas.

"Pada Juli 2025 neraca perdagangan tercatat surplus 4,17 miliar dolar AS. Neraca perdagangan Indonesia dengan ini telah mencatat surplus selama 63 bulan berturut-turut sejak Mei 2020," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Pudji Ismartini dalam konferensi pers daring di Jakarta, Senin (1/9).

Surplus pada Juli 2025 ini lebih ditopang oleh surplus pada komoditas non-migas yaitu sebesar 5,75 miliar dolar AS dengan komoditas penyumbang surplus utamanya adalah lemak dan minyak hewani atau nabati, kemudian bahan bakar mineral, serta besi dan baja.

Pada saat yang sama, neraca perdagangan komoditas migas tercatat defisit 1,58 miliar dolar AS dengan komoditas penyumbang defisit adalah hasil minyak dan minyak mentah

Untuk neraca perdagangan kumulatif yaitu neraca perdagangan bulan Januari hingga Juli 2025. Hingga bulan Juli tahun 2025 ini, neraca perdagangan barang mencatat surplus besar 23,65 miliar dolar AS.

Surplus sepanjang Januari hingga Juli 2025 ditopang oleh surplus komoditas non-migas sebesar 34,06 miliar dolar AS, sementara untuk komoditas migas masih mengalami defisit 10,41 miliar dolar AS.

Neraca perdagangan kumulatif Indonesia menurut negara mitra dagang untuk neraca perdagangan total baik migas maupun non-migas, tiga negara penyumbang surplus terbesar adalah pertama, Amerika Serikat sebesar 10,49 miliar dolar AS, kemudian India sebesar 8,09 miliar dolar AS, dan berikutnya Filipina sebesar 5,11 miliar dolar AS.

Sedangkan negara penyumbang defisit terdalam adalah yang pertama, Tiongkok sebesar minus 12,07 miliar dolar AS, berikutnya adalah Singapura sebesar minus 3,41 miliar dolar AS dan yang ketiga Australia sebesar minus 3,16 miliar dolar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Pemkab Pasaman Barat Minta ...

Tangerang Bergetar Dengar Konser Symphony of Giving

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Tangerang Bergetar Dengar K...
Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.