Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Produksi Jagung pada Juli Capai 1,46 Juta Ton, Cukupkah untuk Penuhi Kebutuhan Nasional?

📅 Senin, 01 Sep 2025, 22:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Produksi Jagung pada Juli Capai 1,46 Juta Ton, Cukupkah untuk Penuhi Kebutuhan Nasional? Doc: ANTARA/HO-Humas Bapanas
Ket. Arsip Foto - Petani memanen jagung.

JAKARTA – Peningkatan produksi jagung dalam negeri menjadi krusial untuk menekan ketergantungan impor sekaligus menjaga stabilitas harga pakan ternak dan pangan.

Jagung merupakan komoditas strategis bagi industri peternakan dan makanan, sehingga ketersediaannya berdampak langsung pada inflasi pangan.

Dengan memperkuat produktivitas melalui teknologi pertanian, efisiensi distribusi, serta dukungan kebijakan pemerintah, Indonesia dapat membangun kemandirian pangan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen pada Juli 2025 sebesar 1,46 juta ton.

"Produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen pada Juli 2025 ini diperkirakan mencapai 1,46 juta ton, di mana lebih tinggi dibandingkan Juli 2024 yang tercatat 1,36 juta ton," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini di Jakarta, Senin (1/9).

Dengan demikian, angka sementara produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen Januari–Juli 2025 diperkirakan mencapai 9,98 juta ton, atau meningkat sebesar 17,35 persen dibandingkan Januari–Juli 2024.

Berdasarkan hasil amatan Juli 2025, potensi produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen sepanjang Agustus hingga Oktober 2025 diperkirakan sebesar 3,62 juta ton atau mengalami penurunan sebesar 0,96 juta ton atau 20,87 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

Dengan demikian, total produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen sepanjang Januari hingga Oktober 2025 diperkirakan sebanyak 13,60 juta ton atau mengalami peningkatan sebanyak 0,52 juta ton atau 3,98 persen dibandingkan dengan total produksi Januari hingga Oktober 2024.

Dia mengatakan, angka sementara dan potensi produksi dapat berubah sesuai kondisi terkini luas panen dan produktivitas hasil amatan lapangan.

Di samping itu, berdasarkan hasil amatan Survei Kerangka Sampel Area (KSA) Jagung, realisasi luas panen jagung pada Juli 2025 sebesar 0,25 juta hektare. Angka ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan Juli 2024 yang seluas 0,23 juta hektare.

Dengan demikian, luas panen jagung sepanjang Januari hingga Juli 2025 mencapai 1,75 juta hektare atau meningkat sebesar 15,90 persen dibandingkan periode sama pada tahun lalu yang tercatat 1,51 juta hektare.

Sementara itu, potensi luas panen jagung Agustus–Oktober 2025 diperkirakan mencapai 0,60 juta hektare atau mengalami penurunan seluas 0,14 juta hektare (19,34 persen) dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat 0,74 juta hektare.

Dengan demikian, luas panen jagung Januari–Oktober 2025 diperkirakan mencapai 2,35 juta hektare atau meningkat sebesar 4,25 persen dibandingkan Januari–Oktober 2024 yang tercatat 2,25 juta hektare.

Sebagai catatan, potensi luas panen ini sudah termasuk tanaman jagung yang akan dipanen bukan untuk dipipil, misalnya yang dipanen muda atau yang dipanen untuk hijauan pakan ternak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Ekonomi
Kuartal I, Hilirisasi Nikel...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.