Di Singapura, Vape Dilarang Keras! Hukuman Cambuk dan Denda Menanti Jika Tertangkap, Warga Asing Dideportasi
📅 Jumat, 29 Agu 2025, 11:07 WIB | Oleh: Lili LestariTindakan-tindakan ini merupakan bagian dari kampanye kesehatan masyarakat dan program penegakan hukum berskala besar.
Dalam beberapa minggu terakhir, Singapura dipenuhi iklan pemerintah di bus, kereta, dan tempat umum yang mengimbau orang untuk berhenti menggunakan vape, sementara media lokal dibanjiri laporan tentang masalah tersebut.
Tempat pembuangan vape telah ditempatkan di klub-klub komunitas dan universitas-universitas, sementara program pendidikan kesehatan anti-vaping telah diluncurkan di sekolah-sekolah.
Pihak berwenang juga telah meluncurkan patroli keliling di kereta api, terminal bus, dan taman, di mana petugas dapat melakukan pemeriksaan mendadak terhadap masyarakat dan menggeledah tas mereka.
Sebaiknya Anda baca juga:
Karena banyaknya vape di Singapura yang berasal dari negara tetangga seperti Malaysia dan Indonesia, pihak berwenang juga meningkatkan pemeriksaan di penyeberangan darat, bandara, dan titik masuk lainnya ke pulau tersebut.
Tindakan keras Singapura ini dilakukan sementara negara-negara lain mulai memberlakukan aturan lebih ketat terhadap vaping guna mengekang penggunaan di kalangan anak-anak dan kaum muda.
Pada bulan Juni, Inggris melarang penjualan rokok elektrik sekali pakai. Belhi melakukannya pada bulan Januari. Australia juga melarang vaping dalam berbagai bentuk sejak 2023, dimulai dengan vape tanpa resep dan vape sekali pakai.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!