Kepercayaan Masyarakat pada Asuransi Jiwa Tetap Terjaga, Meskipun Premi Bisnis Baru Melambat karena Tekanan Daya Beli
📅 Minggu, 24 Agu 2025, 11:32 WIB | Oleh: Vitto BudiDari sisi aset, hingga Juni 2025 industri asuransi jiwa mencatatkan total aset 630,53 triliun rupiah naik 2,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Aset investasi tumbuh 2,3 persen menjadi 551,31 triliun rupiah. Industri asuransi jiwa melalukan diversifikasi penempatan investasi di beberapa instrumen yang diperkenankan oleh OJK.
Berdasarkan penempatan portofolio, instrumen yang mengalami pertumbuhan paling signifikan adalah Surat Berharga Negara (SBN) yang naik 14,6 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi 223,03 triliun rupiah.
“Ini menjaminkan komitmen industri asuransi jiwa dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional,” kata Handojo.
Penempatan pada SBN yang merupakan instrumen investasi jangka panjang juga merupakan salah satu strategi perusahaan asuransi jiwa untuk memenuhi liabilitas di masa mendatang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain SBN, industri asuransi jiwa juga menempatkan investasi pada bangunan dan tanah yang meningkat 6,2 persen yoy menjadi 16,99 triliun rupiah, serta penyertaan langsung yang tumbuh 7 persen yoy menjadi 29,15 triliun rupiah.
Kinerja investasi industri asuransi jiwa juga tercatat positif pada instrumen emas yang melonjak 25,9 persen yoy menjadi 5,54 triliun rupiah.
Sementara itu, penempatan investasi di deposito tercatat 33,71 triliun rupiah, atau turun 6,8 persen yoy, dengan kontribusi 6,1 persen dari total investasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Handojo juga memaparkan bahwa penempatan investasi pada saham juga menurun 13,6 persen yoy menjadi 121,5 triliun rupiah.
Meski pasar modal masih berfluktuasi, ia memastikan para pelaku industri asuransi jiwa menerapkan strategi investasi secara hati-hati dan sesuai regulasi dengan mengutamakan perlindungan jangka panjang bagi nasabah.
Ia pun mengajak perusahaan asuransi jiwa untuk meningkatkan edukasi kepada masyarakat agar tidak panik saat terjadi gejolak di pasar modal maupun fluktuasi instrumen lainnya.
“Asuransi jiwa adalah kontrak jangka panjang, dan kami mengedepankan strategi investasi yang adaptif dan berorientasi dalam pelindungan nasabah, dan kami juga terus mendorong edukasi kepada pemegang polis agar tidak muncul kepanikan jika terjadi fluktuasi bersifat jangka pendek,” pungkas Handojo.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!