Kepercayaan Masyarakat pada Asuransi Jiwa Tetap Terjaga, Meskipun Premi Bisnis Baru Melambat karena Tekanan Daya Beli
📅 Minggu, 24 Agu 2025, 11:32 WIB | Oleh: Vitto Budi
Doc: Budi
JAKARTA- Industri asuransi jiwa tetap menunjukkan ketahanan dalam menjaga stabilitas keuangan masyarakat di tengah dinamika ekonomi nasional yang penuh tantangan.
Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Budi Tampubolon saat melaporkan kinerja 57 perusahaan asuransi jiwa pada periode Januari hingga Juni 2025 atau semester I-2025 di Jakarta, akhir pekan lalu mengatakan total pendapatan industri naik 3,6 persen menjadi 109,00 triliun rupiah. Kenaikan itu ditopang oleh pertumbuhan premi lanjutan dan hasil investasi.
”Hasil ini menegaskan relevansi asuransi jiwa sebagai pilar penting dalam perencanaan keuangan keluarga, bahkan ketika ruang konsumsi masyarakat terbatas,” ungkap Budi.
Pendapatan premi lanjutan jelasnya naik 6,1 persen menjadi 39,66 triliun rupiah, menunjukkan komitmen nasabah menjaga kesinambungan perlindungan. Jumlah Tertanggung juga meningkat signifikan 8,8 persen menjadi 123,70 juta jiwa dibandingkan semester I-2024.
“Catatan positif ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap asuransi jiwa tetap terjaga, meskipun premi bisnis baru melambat akibat tekanan daya beli. Peningkatan premi lanjutan dan bertambahnya jumlah tertanggung menegaskan kesadaran masyarakat akan pentingnya asuransi sebagai instrumen perlindungan jangka panjang,” tambah Budi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pendapatan premi lanjutan tumbuh 6,1 persen menjadi 39,66 triliun rupiah, mencerminkan komitmen nasabah menjaga kesinambungan perlindungan. Jumlah tertanggung juga meningkat 8,8 persen menjadi 123,70 juta jiwa dibandingkan semester I-2024.
“Catatan positif ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap asuransi jiwa tetap terjaga, meskipun premi bisnis baru melambat akibat tekanan daya beli. Peningkatan premi lanjutan dan bertambahnya jumlah tertanggung menegaskan kesadaran masyarakat akan pentingnya asuransi sebagai instrumen perlindungan jangka panjang,” tambah Budi.
Lebih lanjut Budi menjelaskan, kalau industri juga menunaikan tanggung jawabnya dengan pembayaran klaim sebesar 72,47 triliun rupiah kepada 5,01 juta penerima manfaat sepanjang Januari–Juni 2025. Angka tersebut turun 6,7 persen dibanding periode sama tahun lalu, terutama karena penurunan klaim Partial Withdrawal.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebaliknya, klaim kesehatan meningkat 3,2 persen menjadi 12,20 triliun rupiah. Lonjakan terbesar berasal dari klaim kesehatan perorangan yang naik 25,5 persen menjadi 9,56 triliun rupiah, sementara klaim kesehatan kumpulan turun 37,2 persen menjadi 2,64 triliun rupiah.
Ketua Bidang Kanal Distribusi AAJI, Elin Waty, menegaskan tren kenaikan klaim kesehatan individu menjadi perhatian penting. Reformasi industri kesehatan diharapkan dapat segera berjalan agar manfaat perlindungan dapat ditawarkan dengan nilai premi yang seimbang bagi masyarakat.
Strategi Investasi Adaptif
Kenaikan total pendapatan industri asuransi jiwa salah satunya ditopang oleh hasil investasi yang tumbuh positif di semester 1-2025. Sampai dengan Juni 2025, industri asuransi jiwa membukukan total hasil investasi sebesar 16,68 triliun rupiah, meningkat 38,4 persen dibandingkan tahun lalu.
Ketua Bidang Pengembangan dan Pelatihan SDM AAJI, Handojo Gunawan Kusuma, menyebutkan industri asuransi jiwa banyak melakukan adaptasi pada strategi investasi guna mendapatkan hasil yang optimal di tengah kondisi perekonomian yang belum sepenuhnya kondusif.
“Hasil investasi Semester 1-2025 yang tumbuh signifikan menunjukkan ketahanan industri dalam mengelola portofolio. Diversifikasi dan penerapan manajemen risiko yang tepat memastikan kepentingan pemegang polis tetap terjaga,” jelas Handojo.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!