Gubernur DKI Komitmen Jadikan Betawi sebagai Budaya Utama Jakarta
📅 Jumat, 22 Agu 2025, 14:25 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: Mochamad Tresna Suheryanto
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan komitmennya untuk menjadikan budaya Betawi sebagai budaya utama di ibu kota, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024.
Hal ini disampaikannya di acara kebudayaan 'Lestari Warisan Betawiku' di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (21/8).
"Bagi saya tantangan yang paling utama adalah bagaimana budaya Betawi itu sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 tahun 2024 betul-betul bisa tumbuh berkembang dan menjadi budaya utama yang ada di Jakarta," ujar Gubernur Pramono.
Meskipun dirinya berasal dari Jawa, Gubernur Pramono menegaskan bahwa pemerintahannya akan memprioritaskan budaya Betawi di Jakarta. Ia mencontohkan saat pelantikan pejabat eselon II di mana diwajibkan untuk mengenakan sarung, yang merupakan bagian dari pakaian adat Betawi.
"Untuk membuat Jakarta betul-betul wajah Betawinya itu tidak setengah hati," lanjut dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk memperkuat budaya Betawi dan menjaga kelestariannya, Gubernur Pramono menyebut akan segera mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) mengenai Lembaga Adat Betawi. Ia menjelaskan bahwa suku Betawi merupakan satu-satunya suku yang tidak memiliki lembaga adat atau majelis.
"Untuk itu harus ada lembaga adat yang mengatur itu," kata dia.
Selain itu, guna memberikan penghargaan kepada tokoh Betawi, Gubernur Pramono menyampaikan rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menyelenggarakan Benyamin Sueb Award.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lebih lanjut, dalam acara ini, Gubernur Pramono juga menyinggung soal batik yang telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda dari Indonesia sejak 2009.
Sedangkan untuk kebaya, saat ini ada empat negara yang sudah mendaftarkan kebaya untuk menjadi benda pusaka dunia yang diakui oleh UNESCO, yaitu Indonesia, Malaysia, Brunei, dan Singapura.
Ia pun mengusulkan kebaya encim yang merupakan kebaya khas Betawi untuk didaftarkan ke UNESCO. Karena itu, Pramono berharap agar keputusan mengenai usulan kebaya encim tersebut dapat segera ditetapkan.
"Saya mengusulkan kebaya encim yang ada di Betawi Jakarta. Karena di Singapura tidak mungkin ada, apalagi Malaysia, tapi yang dominannya diusulkan adalah kebaya encim," ucap dia.
Sementara itu, Ketua Komunitas Kebaya Jakarta, Happy Djarot, menyampaikan bahwa acara budaya 'Lestari Warisan Betawiku' tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga merupakan gerakan nyata untuk menjaga kelestarian budaya Indonesia.
Acara ini diselenggarakan Komunitas Kebaya Jakarta di bawah naungan Yayasan Jakarta Raya Bahagia dalam rangka memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, HUT ke-498 Kota Jakarta dan Hari Kebaya Nasional ke-2.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!