Ancaman Megabesar Sesar Lembang
📅 Jumat, 22 Agu 2025, 00:00 WIB | Oleh: Tim PenulisKalau zona kuning?
Wilayah kecamatan dengan dampak sedang aau zona kuning adalah Kecamatan yang berada di wilayah dengan jarak lebih dari 3 kilometer patahan.
Mana saja zona merah?
Wilayah kecamatan dengan dampak paling tinggi atau zona merah adalah Padalarang, Ngamprah, Cisarua, Parongpong, Lembang, dan Cimenyan. Kemudian, Cilengkrang, Lengkong, Kiara Condong, Buahbatu, Regol, dan Arcamanik. Selanjutnya, Gedebage, Ujung Berung, dan Cibiru.
Sebaiknya Anda baca juga:
Adapun gempa yang terjadi akibat pergerakan Sesar Lembang dapat menyebabkan kerusakan dengan intensitas VII-VIII MMI. Ada gocangan yang sangat kuat dengan kerusakan sedang hingga berat.
Kemudian, kalau kita agak melompat ke Poso, Sulteng. Tanggapan gempa Poso baru-baru ini?
Gempa Poso berkekuatan magnitudo 6,0 terjadi Minggu, 17 Agustus pukul 05.38. Hasil monitoring Tsunami Gauge menunjukkan gempa Poso M5,8 ini sempat memicu tsunami minor setinggi 4,8 cm, tetapi BMKG menyatakan tsunami bila ketinggian mencapai 25 cm.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ada perbedaan data magnitudo yang beredar?
Ya, dalam laporan resmi BMKG disebut magnitudo 6,0 dengan lokasi 1,30 LS–120,62 BT di kedalaman 10 km, serta dinyatakan tidak berpotensi tsunami. Namun, hasil analisis kami juga menunjukkan angka magnitudo 5,8. Perbedaan ini biasa terjadi karena metode analisis data seismik yang berbeda.
Apa penyebab gempa tersebut?
Gempa Poso dipicu aktivitas sesar naik Tokoharu. Setelah gempa utama, tercatat 10 gempa susulan dengan total aktivitas 25 kali.
Apakah Poso memang rawan gempa?
Betul. Poso pernah mengalami gempa merusak sebelumnya. Pada tanggal 29 Mei 2017 terjadi gempa bermagnitudo 6,6–6,8 menyebabkan 5 orang luka berat, 16 luka ringan, dan 170 orang mengungsi. Lalu 24–26 Juli 2025, gempa bermagnitudo 5,7 juga mengakibatkan 4 orang luka dan 2.011 mengungsi, termasuk yang dievakuasi ke rumah sakit. Peta seismisitas Sulawesi Utara dan sekitarnya menunjukkan Poso memang merupakan kawasan aktif gempa.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!