Ancaman Megabesar Sesar Lembang
📅 Jumat, 22 Agu 2025, 00:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/FIKRI YUSUF
Pada hari Rabu (20/8) Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat lima kali gempa bumi di Jawa Barat, yang dirasakan di Kabupaten Bandung Barat, Purwakarta, hingga Kabupaten Bekasi.
Gempa pertama terjadi di Kabupaten Bandung Barat (M1,7) pukul 12.28 WIB. Episenter darat, 3 kilometer barat laut Kabupaten Bandung Barat kedalaman 10 kilometer. Kedua, M4,9 di Kabupaten Bekasi pukul 19.54 berpusat di darat, 19 kilometer tenggara Kabupaten Bekasi, kedalaman 10 kilometer.
Ketiga, dua gempa susulan di Bekasi, masing-masing M2,1 kedalaman 10 kilometer dan M2 kedalaman 3 kilometer. Keempat, Kabupaten Purwakarta M1,8 kedalaman 33 kilometer pukul 20.16 WIB. Gempa-gempa ini menandakan saat ini Sesar Lembang mengalami peningkatan aktivitas kegempaan.
Tak pelak situasi tersebut membuat gempa kembali menjadi sorotan. Rentetan gempa kecil Jabar tadi kembali memicu kekhawatiran wilayah Bandung Raya, terutama di segmen barat Sesar Lembang. BMKG memperingatkan bahwa Sesar Lembang gerak lagidengan peningkatan aktivitas kegempaan sejak Juli hingga Agustus, ditandai gempa-gempa kecil berturut-turut tersebut.
Untuk mengulik lebih dalam rangkaian dan potensi dampak sesar Lembang, wartawan Koran Jakarta, Paundra Zakirulloh, beberapa kali berbincang dengan Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Dr Daryono, SSi, MSi. Berikut petikannya.
Sebaiknya Anda baca juga:

ANTARA/HAFIDZ MUBARAK A
Bisa dijelaskan penyebab gempa bumi dengan magnitudo 1,8 yang terjadi di Pasirlangu dan Jambudipa, Cisarua, Bandung Barat?
Berdasarkan episentrum gempa terletak di koordinat 6,81 derajat Lintang Selatan (LS) dan 107,53 derajat Bujur Timur (BT), di darat dengan kedalaman hiposentrum 19 kilometer. Gempa yang terjadi merupakan jenis gempa kerak dangkal (shallow crustal earthquake) yang dipicu aktivitas Sesar Lembang Segmen Cimeta.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bagaimana dampak gempa yang dirasakan masyarakat?
Berdasarkan laporan masyarakat, gempa ini dirasakan di Pasirlangu dan Jambudipa dengan skala intensitas II-III MMI. Artinya, getaran dirasakan beberapa orang, benda-benda ringan digantung berayun, getaran dirasakan jelas dalam rumah, bahkan seolah ada truk berlalu.
Apakah gempa tersebut menimbulkan kerusakan?
Patut disyukuri bahwa hingga saat ini belum ada laporan mengenai adanya kerusakan bangunan sebagai dampak gempa tersebut.
Mungkinkah akan terjadi gempa susulan?
Hingga pukul 21.30 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershocks). Dampak gempa tektonik yang dipicu aktivitas Sesar Lembang pada 14 tahun lalu juga masih tercatat,
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!