Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gerbong Merokok di Kereta Jarak Jauh? DPR Usul ke KAI: Pasti Untung dan Bermanfaat!

📅 Rabu, 20 Agu 2025, 17:28 WIB | Oleh:
Gerbong Merokok di Kereta Jarak Jauh? DPR Usul ke KAI: Pasti Untung dan Bermanfaat! Doc: ANTARA/HO-DPR
Ket. Anggota Komisi VI DPR RI Nasim Khan

Jakarta – Anggota Komisi VI DPR RI, Nasim Khan, mengajukan ide kontroversial dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dirut PT KAI, Bobby Rasyidin, bahwa PT KAI perlu menyediakan satu gerbong merokok dalam rangka kereta jarak jauh.Usulan yang Membawa Sentimen Beragam

Dalam rapat RDP di DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (20/8), Nasim menyampaikan bahwa usulan ini lahir dari aspirasi masyarakat, khususnya di Jawa Timur.

“Gerbong yang dulu digunakan sebagai kafe, bisa disisakan satu untuk smoking area, Pak. Banyak kereta yang tak memiliki area merokok. Saya yakin bermanfaat dan menguntungkan buat kereta api," ujarnya sambil tersenyum.

Alasan di Balik Usulan

Nasim beralasan bahwa pada perjalanan jarak jauh yang tak jarang melibatkan perjalanan 8 hingga 10 jam penumpang butuh 'istirahat' yang nyaman. Ia mengacu pada bus sebagai contoh transportasi yang menyediakan area merokok.

“Kalau di bus saja bisa, kenapa kereta yang jauh sekali perjalanan tidak menyediakan? Setidaknya satu gerbong itu sudah cukup,” kata legislator dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.

Menurut Nasim, hal ini juga mencerminkan nilai kemanusiaan terhadap kebiasaan merokok sejumlah penumpang, dan diyakini bakal menguntungkan dari sisi bisnis bagi KAI.

Respons PT KAI?

Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan, pihak PT KAI belum memberikan tanggapan resmi mengenai gagasan tersebut. Belum diketahui bagaimana manajemen akan menanggapinya, mengingat regulasi tentang rokok di ruang publik merupakah peraturan ketat yang diikuti oleh transportasi publik.

Pro dan Kontra Muncul di Mata Publik

Usulan Nasim mengundang pro dan kontra. Pengamat menyebutkan:

  • Pendukung: Melihat sebagai pendekatan realistis terhadap kenyataan sosial merokok tidak akan hilang dan menyediakan ruang yang lebih sehat dibandingkan merokok sembarangan.

  • Penentang: Menganggap ide ini tidak etis di tengah kampanye anti-rokok dan peraturan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang sudah diterapkan di stasiun, kereta, serta ruang publik lainnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Wali Kota Bandung Tegaskan MPLS Bebas Perpeloncoan

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Wali Kota Bandung Tegaskan ...
Liburan di kebun binatang mini Taman Situ Cibinong Plaza Bogor

Liburan di kebun binatang mini Taman Situ Cibinong Plaza Bogor

13 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.