Cuaca Ekstrem di DIY Picu Pohon Tumbang hingga Puluhan Rumah Tergenang
📅 Selasa, 19 Agu 2025, 21:54 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
Yogyakarta – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta melaporkan hujan lebat disertai angin kencang yang melanda provinsi ini pada Selasa siang hingga sore mengakibatkan pohon tumbang hingga puluhan rumah tergenang.
Kepala Pelaksana BPBD DIY, Noviar Rahmad, dalam keterangan resminya di Yogyakarta, Selasa (19/8), menyebut cuaca ekstrem itu berlangsung pukul 11.00–16.00 WIB di mana sebelumnya BMKG Stasiun Meteorologi Yogyakarta enam kali mengeluarkan peringatan dini.
"Lokasi yang terdampak cuaca ekstrem meliputi Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Bantul," katanya.
Di Kota Yogyakarta, lima kemantren atau kecamatan terdampak, yakni Umbulharjo, Ngampilan, Gondokusuman, Kotagede, dan Jetis. Dampaknya meliputi satu warga mengalami luka sedang, dua pohon tumbang, satu rumah rusak, satu talud longsor, serta 90 unit rumah tergenang.
Di Sleman, ia mencatat pohon dan rumpun bambu tumbang menutup akses jalan Dusun Kemirikebo-Dusun Ngandong, Girikerto, Turi, sekaligus menimpa jaringan listrik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, sebuah baliho roboh di kawasan Depok, Sleman hingga menimpa jaringan listrik dan kendaraan. "Beberapa ruas jalan terdampak banjir luapan," ujar dia.
Berikutnya, di Kabupaten Bantul, BPBD mencatat satu pohon tumbang yang menutup akses jalan.
Menurut Noviar, penanganan telah dilakukan dengan melibatkan BPBD, pemerintah kalurahan, TNI/Polri, instansi terkait, komunitas relawan, serta warga masyarakat.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Upaya penanganan meliputi asesmen, pemotongan dan pembersihan, serta koordinasi dengan pihak terkait," terangnya.
Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta mencatat enam titik genangan di wilayah Kota Yogyakarta.
Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Drainase DPUPKP Kota Yogyakarta Rahmawan Kurniadi menyebut enam titik genangan terpantau di Kampung Iromejan, Jalan Ipda Tut Harsono, Jalan Parangtritis selatan, Jalan Batikan, Jalan Kusbini, dan Jalan Atmosukarto, Kota Yogyakarta.
Menurut dia, genangan tersebut dipicu kombinasi hujan berintensitas tinggi dalam waktu cukup lama sekitar dua jam, inlet yang tertutup sampah atau jumlahnya kurang memadai.
"Sumbatan sampah di saluran air hujan, serta kapasitas saluran yang belum mencukupi," kata dia.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut hujan lebat yang mengguyur DIY pada Selasa dipicu oleh fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) di Samudera Hindia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!