Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perang Dagang Babak Baru? Trump Bisa Sanksi China Usai Beli Minyak Rusia

📅 Senin, 18 Agu 2025, 16:01 WIB | Oleh:
Perang Dagang Babak Baru? Trump Bisa Sanksi China Usai Beli Minyak Rusia Doc: Reuters
Ket. Presiden AS Donald Trump mengadakan konferensi pers dengan Presiden Rusia Vladimir Putin setelah pertemuan mereka untuk merundingkan akhir perang di Ukraina, di Pangkalan Gabungan Elmendorf-Richardson di Anchorage, Alaska, AS, 15 Agustus 2025.

Jakarta — Dilema geoekonomi terbaru muncul saat China membeli minyak dari Rusia, langkah yang disebut Trump berpotensi memicu sanksi sekunder, meskipun Presiden AS saat ini belum berencana mengambil tindakan segera.

Dikutip dari Reuters, Senin (18/8), Trump menyatakan bahwa meski dirinya telah mengancam sanksi terhadap Rusia dan negara-negara pembeli minyaknya sekaligus telah mengenakan tarif 25% terhadap India untuk sementara, tidak ada rencana sanksi langsung terhadap China. Namun ia menambahkan bahwa hal itu bisa dipertimbangkan dalam dua hingga tiga minggu mendatang.

Pasca pertemuan puncak Trump dan Putin di Alaska, Trump menyebut hasil pertemuan tersebut membuatnya “tidak perlu memikirkan” sanksi terhadap Beijing saat ini, meski kemungkinan tetap terbuka jika situasi geopolitik berkembang.

Sekretaris Luar Negeri AS, Marco Rubio, turut angkat bicara. Ia berkata bahwa menjatuhkan sanksi terhadap China bisa memicu lonjakan harga energi global yang berdampak buruk bagi perekonomian dunia secara luas.

Sementara itu, China bersikap tegas lewat Kementerian Luar Negeri, menegaskan bahwa pembelian minyak Rusia adalah bagian dari kebijakan keamanan energi nasional dan bukan bentuk tekanan politik, melabeli ancaman seperti itu sebagai upaya “kompro­sian dan pemaksaan”.

Dari aspek perdagangan bilateral, hubungan dagang antara China dan Rusia tetap solid, bahkan meningkat. Beberapa analis meyakini hubungan ini memicu ketidakseimbangan dalam kebijakan AS, apalagi saat Trump sedang merintis negosiasi dagang dengan Xi Jinping untuk meredam ketegangan tarif dan ekonomi makro.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Ekonomi
Tekan Kenaikan Harga, Pemka...
Daerah
ASN di Kepulauan Riau Bisa ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.