Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Maksimalkan Balai Budaya Condet untuk Lestarikan Tradisi

📅 Senin, 27 Apr 2026, 01:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Maksimalkan Balai Budaya Condet untuk Lestarikan Tradisi Doc: ANTARA/HO-Disbud DKI Jakarta
Ket. Pertunjukan seni tari bertajuk “Ampu Empuan” dengan konsep Embodied Habitus: Penciptaan Tari Berbasis Peran Ganda Perempuan Betawi karya Lydia Devi Nurshanti, Mahasiswa Program Doktor (S3) Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta di Balai Budaya Condet, Jakarta.

JAKARTA – Tempat sering menjadi problem untuk beraktivitas. Kini warga Jakarta, khususnya, yang tinggal sekitar Condet, Jakarta Timur dapaat memaksimalkan ruang berekspresi. Sebab lahir kembali Balai Budaya Condet.

Balai Budaya Condet yang dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai ruang untuk menciptakan kesenian dan melestarikan tradisi. Kepala Unit Pengelola Gedung Pertunjukan Seni Budaya Dinas Kebudayaan Jakarta, Rinaldi, menyampaikan ruang pertunjukan berperan penting untuk keberlanjutan suatu kota bagi kiprah para seniman pujaan bangsa.

“Pengembangan kesenian Jakarta sangat penting. Semoga Balai Budaya Condet dapat terus eksis menampilkan pertunjukan seni budaya Jakarta, khususnya Betawi,” jelas Rinaldi.

Balai Budaya Condet yang didirikan sekitar 1990 dulunya bernama Laboratorium Tari dan Karawitan Condet. Gedung yang dikelola oleh Dinas Kebudayaan Jakarta melalui Unit Pengelola Gedung Pertunjukan Seni Budaya itu dilengkapi fasilitas pertunjukan untuk masyarakat dalam berkegiatan seni budaya.

Fasilitas tersebut, di antaranya amfiteater dengan kapasitas 100 penonton, aula berukuran 10x9 meter, ruang tunggu pemain, dan toilet. Gedung itu juga dapat dimanfaatkan oleh pihak lain untuk penyelenggaraan pertunjukan seni budaya melalui skema pemanfaatan aset Pemprov Jakarta.

Itu tidak mengganggu penyelenggaraan tugas dan fungsi Satuan Kerja Perangkat Daerah. Belum lama ini, gedung tersebut menjadi ruang pertunjukan disertasi penciptaan seni tari bertajuk “Ampu Empuan” dengan konsep Embodied Habitus. Artinya, Penciptaan Tari Berbasis Peran Ganda Perempuan Betawi karya Lydia Devi Nurshanti.

Dia adalah Mahasiswa Program Doktor (S3) Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Menurut Rinaldi, selain mengangkat budaya Betawi dan peran ganda perempuan Betawi, pertunjukan tersebut juga menegaskan kembali identitas Balai Budaya Condet sebagai tempat para seniman untuk berkarya dan berkreasi menciptakan kesenian dan pelestarian tradisi.

Sementara itu, Kepala Program Studi Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta Octavianus Cahyono Prianto mengatakan Balai Budaya Condet berperan penting sebagai laboratorium tari, terutama dalam pengenalan budaya daerah yang semakin tergerus.

“Keberadaan Balai Budaya Condet bisa menempatkan diri sebagai sentral budaya,” ujar Octavianus. Lebih lanjut, dia menyatakan Balai Budaya Condet memiliki keunikannya sendiri, karena letaknya yang dekat dengan masyarakat.

Dia pun mengaku terkesan dengan panggung dan akses masuk yang memudahkan masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan seni budaya. “Tentu ke depan, Balai Budaya Condet harus dapat membangkitkan minat sebagian dari kolektif memori bagi masyarakat,” ungkap Octavianus.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Pemerintah Perlu Fokus Perc...

UMKM Didorong Tembus Rantai Global

46 menit yang lalu | Lukman

Nasional
UMKM Didorong Tembus Rantai...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.