Karisma Event Nusantara 2025: 110 Event Siap Guncang Pariwisata Indonesia
📅 Senin, 18 Agu 2025, 08:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Istimewa.
JAKARTA - Sebanyak 110 event dari berbagai daerah di Indonesia telah resmi masuk dalam agenda Karisma Event Nusantara (KEN) 2025, menandai upaya strategis untuk memperkuat promosi pariwisata dan budaya lokal.
Inisiatif ini tidak hanya memetakan kalender kegiatan nasional, tetapi juga membuka peluang kolaborasi lintas daerah, meningkatkan kunjungan wisata, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis event.
Dengan keberagaman tema dan lokasi, KEN 2025 diharapkan menjadi platform unggulan yang menyoroti potensi lokal sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai destinasi budaya dan pariwisata kelas dunia.
"Kementerian Pariwisata juga menghadirkan Event by Indonesia melalui 110 KEN sebagai upaya menggerakkan perekonomian daerah, menghadirkan daya tarik di tiap daerah, dan melestarikan budaya setempat melalui penyelenggaraan event," kata Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (17/8).
Melalui hasil kinerja sektor pariwisata pada semester I tahun 2025 yang diumumkan Kementerian Pariwisata pada Sabtu (16/8), Ni Luh mengatakan sampai dengan 4 Agustus 2025 sudah ada 46 KEN yang telah dilaksanakan di 25 provinsi di Indonesia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebanyak 42 event pun telah selesai dikaji dampaknya mencatat 5,07 juta pengunjung dengan transaksi ekonomi Rp463,07 miliar, melibatkan lebih dari 6 ribu UMKM dan lebih dari 68 ribu pekerja seni, serta membuka lapangan kerja bagi sekitar 60 ribu tenaga kerja.
“Saat ini sedang berlangsung dua event dan masih tersisa 58 event hingga akhir 2025. Diharapkan, seluruh rangkaian KEN 2025 dapat menjadi motor aktivasi pariwisata dan dampak ekonomi,” kata dia.
Sementara terkait dengan Geopark Kaldera Toba, Ni Luh berharap otorita setemoat dapat meraih kembali status kartu hijau. Revalidasi sendiri sudah berlangsung pada 21-25 Juli 2025.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hasil revalidasi ini akan dibawa ke sidang UNESCO Global Geopark pada 5-6 September 2025 di Chile dan keputusan akhirnya akan diketahui pada Sidang Dewan Eksekutif UNESCO pada 2026 di Paris, Prancis.
Dalam mendukung revalidasi ini, terdapat upaya lintas Kementerian/Lembaga termasuk peta interpretasi oleh Kementerian ESDM dan pengumuman penerbangan oleh Kementerian Perhubungan.
Sebelumnya, Kementerian Pariwisata telah melakukan sejumlah upaya selain mendukung perbaikan secara fundamental, di antaranya pelaksanaan Seminar Nasional Pengelolaan Geopark.
Pemerintah juga menggelar Rapat koordinasi Persiapan Revalidasi bersama tujuh kepala daerah dan melangsungkan “The 1st International Conference on Toba Caldera Global Geopark 2025” yang dihadiri peserta dari Indonesia, Malaysia, dan Korea Selatan, serta pra-revalidasi dengan asesor independen dari Korea Selatan.
Ni Luh menekankan Kementerian Pariwisata bersama para pemangku kepentingan berkomitmen untuk menjaga dan mengembangkan daya tarik wisata alam agar semakin berkualitas dan berkelanjutan.
“Jadi kami sangat optimis Geopark Toba kembali ke status green card. Dan ini yang penting, jika kita mendapatkan green card kembali, mari bersama-sama kita rawat status itu,” ujar Ni Luh.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!