Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Momentum Langka: Pertanian Catat Pertumbuhan Tertinggi Sejak 2009, Apa Dampaknya?

📅 Selasa, 06 Mei 2025, 00:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Momentum Langka: Pertanian Catat Pertumbuhan Tertinggi Sejak 2009, Apa Dampaknya? Doc: Koran Jakarta /Wahyu AP
Ket. BPS mencatat perekonomian Indonesia pada triwulan I 2025 mengalami pertumbuhan 4,87 persen terhadap periode yang sama tahun 2024 di mana dari sisi produksi, lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 10,52%.

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan sektor Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan mengalami pertumbuhan double digit pertama kalinya dalam 15 tahun terakhir, yakni sebesar 10,52 persen year-on-year (yoy) pada triwulan I 2025.

“Jadi, dalam waktu kurun 2010 sampai dengan 2025, baru kali ini pertanian bisa tumbuh double digit di triwulan I. Oleh sebab itu, selama 15 tahun terakhir, kali ini adalah pertumbuhan sektor pertanian yang tertinggi,” ujar Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Jakarta, Senin (5/5).

Ia menuturkan bahwa peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) dari Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan didorong oleh pertumbuhan subsektor tanaman pangan sebesar 42,26 persen yoy, berkat panen raya padi dan jagung.

BPS mencatat bahwa produksi padi melonjak 51,45 persen, sedangkan produksi jagung naik 39,02 persen yoy pada triwulan I 2025.

Amalia menyampaikan kenaikan produksi tersebut terjadi karena panen raya tahun ini kembali normal setelah pada tahun-tahun sebelumnya menurun akibat fenomena El Nino.

Ia mengatakan bahwa pertumbuhan Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan juga ditopang oleh pertumbuhan subsektor peternakan yang didorong oleh permintaan domestik terhadap daging dan telur saat Ramadan dan Idul Fitri.

Kontribusi ke PDB

Seiring dengan pertumbuhan yang tinggi tersebut, ia menyatakan bahwa Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan menduduki posisi ketiga sebagai kontributor terbesar terhadap pertumbuhan PDB pada triwulan I 2025.

“Jadi, share (kontribusi) sektor pertanian terhadap PDB sebesar 12,66 persen, sehingga dengan pertumbuhan tinggi ini memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi triwulan I 2025,” kata Amalia Adininggar Widyasanti.

BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 4,87 persen year-on-year (yoy) pada triwulan I 2025 dengan realisasi Produk Domestik Bruto (PDB) Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) sebesar Rp5.665,9 triliun dan PDB Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) senilai Rp3.264,5 triliun.

“Bila dibandingkan dengan triwulan IV 2024 atau secara q-to-q (quarter-to-quarter/kuartalan) ekonomi Indonesia terkontraksi sebesar 0,98 persen,” imbuh Amalia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

55 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.