Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kayan Mentarang, Rimba Tropis nan Asri di Jantung Borneo

📅 Jumat, 15 Agu 2025, 07:19 WIB | Oleh:
Kayan Mentarang, Rimba Tropis nan Asri di Jantung Borneo Doc: Foto BALAI TAMAN NASIONAL KAYAN MENTARANG
Ket. Hutan Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM).

TAMAN Nasional Kayan Mentarang (TNKM) TNKM memiliki kawasan hutan primer dan sekunder tua terbesar yang masih tersisa di Pulau Borneo dan kawasan Asia Tenggara. Luasnya sekitar 1.271.696,56 juta hektar wilayah ini berbatasan dengan negara bagian Sabah, Malaysia di utara dan negara bagian Sarawak di bagian selatan.

Secara administratif TNKM berada di dua kabupaten di Kalimantan Utara (Kaltara), yaitu Kabupaten Malinau dan Kabupaten Nunukan. Secara geografis, Taman Nasional Kayan Mentarang berada pada 40 07’ 38,94” s/d 20 08’ 48,12’’ Lintang Utara dan 1150 54’ 06,27” s/d 1140 48’ 38,90’’ Bujur Timur.

Status Taman Nasional disandang pada tahun 1996, atas desakan masyarakat lokal (adat) dan rekomendasi dari World Wide Fund for Nature (WWF). Tadinya statusnya berupa Cagar Alam yang ditetapkan pada 1980. Perubahan tersebut  untuk mengakomodasi kepentingan masyarakat lokal.

Perubahan status dari Cagar Alam menjadi Taman Nasional ini karena dua alasan mendasar, yaitu pertama, kawasan Kayan Mentarang memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, beberapa diantaranya bersifat endemik. Kedua, beberapa wilayah menjadi tempat bermukim masyarakat tradisional yang keberadaannya perlu diperhatikan.

Suku Dayak Kenyah yang tinggal di taman nasional ini mempunyai peranan vital terkait keputusan penting yang berkaitan dengan TNKM. Hal ini tentunya wajar, karena dengan berubahnya status tersebut, maka kawasan yang sangat luar itu akan menjadi lebih aman dari ancaman kerusakan.

Layaknya taman nasional lainnya, nama taman nasional ini terinspirasi dari ekosistem yang ada. Sebagai contoh, Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya di Kalimantan Barat mengambil nama dua bukit yang ada di taman nasional tersebut.

Mirip dengan taman nasional tersebut, TNKM diambil  nama dua sungai yang mengalir sepanjang taman nasional ini. Keduanya berperan layaknya “benteng” karena Sungai Kayan menjaga bagian Selatan, sementara itu Sungai Mentarang menjaga bagian utara.

Namun, ada juga teori lain yang menyatakan bahwa nama taman nasional ini diambil dari dataran tinggi yang membentang dari utara ke selatan. Kawasan ini memang 50 persennya berada pada i elevasi lebih dari 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Puncaknya berada di Gunung Siho (Gunung Menjoh) dengan ketinggian lebih dari 2.000 mdpl  terletak di tengah TNKM. Gunung Makita, dengan ketinggian 2.987 mdpl merupakan gunung tertinggi kedua di Borneo, setelah Gunung Kinabalu di Malaysia dengan ketinggian puncak 4.095 mdpl.

Kemiringan lereng di kawasan TNKM umumnya lebih dari 40 persen. Sekitar 75 persen dari wilayah pegunungan Belayan–Kaba terdiri dari batuan kapur atau bahan endapan lain dan terkadang bercampur dengan batuan metamorfik.

Substrat atau bahan sisanya berasal dari batuan vulkanik, terutama basalt, tuff dan dolerit. Meski Kalimantan dikenal tidak memiliki gunung berapi atau gunung api non aktif namun jutaan tahun lalu terdapat gunung berapi yang dibuktikan dengan adanya batuan vulkanik.

Meski eksplorasi pada kawasan TNKM belum dilakukan secara lengkap tetapi tipe-tipe batuan sudah dapat diketahui. Beberapa diantaranya adalah batu pasir, sedimen klastik metamorfosis rendah notably quartzite, graywacke, dan jenis batu yang berasal dari gunung api, terutama basalt, tuff, dan dolerit.

Aktivitas vulkanik di Kalimantan umumnya sudah sangat tua sebagian besar berasal dari era Kapur sekitar 100 juta tahun lalu, hingga era Tersier 66 juta hingga 2,58 juta tahun yang lalu. Dengan demikian gunung-gunungnya ini telah mati terkikis erosi dan pelapukan, menyisakan bukit atau pegunungan saja.

Secara hidrologi TNKM merupakan tangkapan air (catchment) area dari 3 sungai besar di Kalimantan Utara, yakni Sungai Kayan, Sungai Sesayap dan Sungai Sembakung. Sumber air sungai Kayan berasal dari sungai Bahau Hulu dan Sungai Iwan yang letaknya berdekatan dengan batas TNKM bagian selatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Mahasiswa Kedokteran UNNES ...

Lotus Care Jadi Layanan Unggulan untuk Tuberkulosis

49 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Lotus Care Jadi Layanan Ung...

UI Tuan Rumah Rakor Humas Protokol Perguruan Tinggi

50 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Rona
UI Tuan Rumah Rakor Humas P...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Jaringan Mahasiswa Indonesia Bersatu Nilai Nanik S Deyang Belum Layak Jabat Kepala BGN

Jaringan Mahasiswa Indonesia Bersatu Nilai Nanik S Deyang Belum Layak Jabat Kepala BGN

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.