Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kantar Indonesia Gelar Insight-Driven Growth 2025: Forum Strategis untuk Mendorong Daya Saing Merek Lokal

📅 Kamis, 14 Agu 2025, 18:35 WIB | Oleh:
Kantar Indonesia Gelar Insight-Driven Growth 2025: Forum Strategis untuk Mendorong Daya Saing Merek Lokal Doc: Koran Jakarta - Haryo Brono
Ket. Managing Director Kantar Insights Indonesia, Nadya Ardianti, memaparkan pandangannya dalam acara Insight-Driven Growth 2025, di Jakarta pada hari Kamis (14/8).

JAKARTA – Kantar Indonesia, salah satu perusahaan global dalam bidang data, insights, dan konsultasi, menyelenggarakan forum strategis berjudul Insight-Driven Growth 2025, di Jakarta pada hari Kamis (14/8). Acara ini berfokus pada upaya mempertajam strategi dan daya saing merek lokal melalui pemanfaatan data dan wawasan konsumen.

Bertempat di Hotel JW Marriott Jakarta, acara ini mengusung tema “Mempertajam Strategi dan Daya Saing Brand Lokal” yang berlandaskan semangat mendorong pertumbuhan berkelanjutan untuk brand-brand lokal. Acara ini dihadiri oleh 200 partisipan yang merupakan para pemilik brand, eksekutif C-level, dan praktisi marketing senior dari berbagai perusahaan dan industri di seluruh Indonesia.

Acara ini secara resmi dibuka oleh Cheong Tai Leung, Chief Executive Officer Kantar Insights APAC dan Nadya Ardianti, Managing Director Kantar Insights Indonesia, yang berbagi informasi terkait temuan-temuan utama dari riset terbaru Kantar.

Temuan dimaksud mencakup hasil pembelajaran selama 20 tahun dari studi BrandZ, dimana insight tersebut menjadi pijakan penting dalam memahami perubahan nilai konsumen Indonesia dan strategi apa yang perlu dijalankan agar brand tetap relevan.

Melalui pendekatan berbasis keuangan dan persepsi konsumen, BrandZ mendorong brand lokal untuk menjadi lebih bermakna (meaningful), berbeda (different), dan mudah diingat (salient), menjadikannya acuan penting dalam membangun brand yang kuat dan berkelanjutan di pasar Indonesia, dimana tahun ini total nilai gabungan 50 brand teratas mencapai lebih dari US$84 miliar.

“Saat ini merek perlu membangun koneksi yang lebih dekat dengan konsumennya, dan ini perlu dilakukan dengan mengandalkan insight, bukan hanya sekadar insting saja. Kami melihat potensi besar bagi merek lokal Indonesia untuk tidak hanya unggul di dalam negeri, tapi juga bisa berkembang pesat di tingkat regional, selama brand tersebut mengacu kuat pada apa yang benar-benar dicari dan dibutuhkan oleh konsumen,” ujar Cheong Tai Leung, pada kesempatan tersebut.

Kegiatan hari ini dipenuhi dengan sesi berbagi (sharing) dan presentasi berbasis data, kisah sukses dari pelaku industri, serta diskusi mendalam tentang bagaimana brand lokal dapat berkembang di tengah dinamika pasar yang terus berubah. Sesi tersebut menyoroti strategi kunci dalam membangun brand yang kuat.

Sesi berbagi dimulai dari "Winning in the Mind" yang membahas cara menanamkan merek di benak konsumen, hingga "Building Strong Brand Equity," yang menekankan pentingnya diferensiasi yang bermakna. Dilanjutkan dengan "Winning with Your Product," tentang relevansi produk sebagai keunggulan kompetitif, hingga "Disrupting Categories," yang mendorong pertumbuhan brand lewat ide-ide berani dan inovatif.

“Wawasan yang kuat membuka jalan bagi keputusan yang lebih tepat dan pertumbuhan yang lebih berkelanjutan bagi perusahaan dan brand lokal. Menurut kami, ini saatnya brand lokal membangun kepercayaan diri untuk bisa melangkah lebih jauh,” tambah Managing Director Kantar Insights Indonesia, Nadya Ardianti.

Acara ini juga secara khusus menghadirkan pembicara yang ahli di bidangnya yang berbagi masukan serta insight dari berbagai perspektif yang relevan, diantaranya Dr. Ir. Heru Kustanto, M.Si. dari Kementerian Perindustrian memberikan perspektif makroekonomi.

Selanjutnya. Arnita Rishanty, Ekonom Senior Bank Indonesia (BI), memaparkan bagaimana kebijakan pemerintah, inovasi, dan pemberdayaan brand lokal dapat berjalan seiring untuk memperkuat ekonomi nasional.

Forum strategis Insight-Driven Growth 2025 Kantar juga menampilkan para pemimpin brand yang telah menerapkan transformasi di perusahaannya masing-masing. Di antaranya, Fiona Anjani Foebe - Chief Marketing Officer, Scarlett, Nanang Siswanto - Marketing Director, Agrinesia, dan Imam Ibrahim - Strategic Management Office & Marketing Science, Eiger.

Ketiganya berbagi pengalaman nyata tentang bagaimana membangun strategi yang berpusat pada konsumen, menjaga ketangkasan di pasar yang dinamis, serta mengandalkan data dalam pengambilan keputusan bisnis.

Topik yang dibahas mencakup perubahan perilaku konsumen, prinsip-prinsip membangun merek yang kuat, inovasi produk untuk memenuhi kebutuhan konsumen, mengidentifikasi perjalanan konsumen (consumer journey) yang ideal, hingga tren pemasaran B2B.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

34 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.