Hindari Gejolak Harga Beras Jelang HUT RI Ke-80, Intervensi Pasar Harus Masif!
📅 Kamis, 14 Agu 2025, 20:44 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
JAKARTA- Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan bahwa stok beras nasional dalam kondisi aman. Lembaga tersebut mendorong agar jelang perayaan kemerdekaan RI ke-80 harga beras di masyarakat turun.
Bulog ucapnya memiliki stok 3,9 juta ton, dengan 1,3 juta ton dialokasikan untuk stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) dan sisanya untuk bantuan pangan. "Sinergi dengan Polri, TNI, Pemda, dan seluruh stakeholder akan meminimalisir kenaikan harga di lapangan sesuai arahan Presiden,” jelasnya saat menghadiri Kick Off Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Polri, Kamis (14/8) di Gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Dengan sinergi lintas sektor ini ujarnya, pemerintah optimis harga beras dan pangan strategis lainnya dapat ditekan dan tetap terjangkau oleh masyarakat, sekaligus menjaga daya beli dan ketahanan pangan nasional, khususnya menjelang perayaan kemerdekaan Republik Indonesia ke-80.
Adapun berdasarkan Panel Harga Pangan per 14 Agustus 2025, harga rata-rata beras medium dari 3 Zona di tingkat konsumen mengalami penurunan sebesar 0,04 persen dari Rp 14.493 per kg pada minggu sebelumnya menjadi Rp 14.487 per kg. Sementara itu, jumlah Kabupaten/Kota yang mengalami kenaikan harga beras juga mengalami penurunan dari 205 kota di bulan Juli menjadi 191 kota di bulan Agustus.
Penurunan harga ini ditengarai dipengaruhi salah satunya penyaluran beras SPHP ke pasar-pasar. Selain itu juga dampak positif dari penyaluran bantuan pangan beras untuk masyarakat berpendapatan rendah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dorong Gerakan Pangan Murah
Pemerintah terus mendorong Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai instrumen stabilisasi pangan khususnya beras, jelang Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan RI. Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas/NFA) Arief Prasetyo Adi, menegaskan GPM merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan intervensi cepat di daerah-daerah dengan harga pangan tinggi.
“Terima kasih kepada Pak Kapolri, berserta jajaran dan seluruh Kapolda se-Indonesia yang hari ini secara serentak mengadakan Gerakan Pangan Murah. Perintah dari Bapak Presiden yang pertama adalah bantuan pangan, yang posisinya sudah 90 persen untuk 18,27 juta KPM. Berikutnya adalah gerakan pangan murah SPHP, stabilisasi pasokan dan harga pangan, sejumlah 1,3 juta ton. Program ini akan dijalankan sampai dengan Desember,” ujar Arief pada kesempatan yang sama
Sebaiknya Anda baca juga:
Arief menambahkan, dengan stok beras yang ada di Bulog sangat cukup dan aman, intervensi stabilisasi ini akan digenjot agar masyarakat mendapatkan pangan dengan harga yang terjangkau.
"Dengan alokasi 1,3 juta ton beras SPHP ini, artinya sampai akhir tahun rata-rata per hari kita harus mendistribusikan sekitar 12.000 ton. Jika digencarkan secara masif, harga akan baik. Dua hingga tiga minggu ke depan kita akan terus intensifkan GPM, termasuk yang dilakukan saudara-saudara dari Polri,” kata Arief.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!