Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pasar Beras Cipinang Lumpuh! Toko Banyak Tutup Bikin Kuli Panggul Merana, Penghasilan Anjlok Drastis Akibat Kasus Beras Oplosan

📅 Rabu, 13 Agu 2025, 17:12 WIB | Oleh:
Pasar Beras Cipinang Lumpuh! Toko Banyak Tutup Bikin Kuli Panggul Merana, Penghasilan Anjlok Drastis Akibat Kasus Beras Oplosan Doc: Istimewa
Ket. Potret pasar beras Cipinang yang terdampak kasus beras oplosan

JAKARTA - Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), yang biasanya menjadi pusat denyut nadi perdagangan beras di Jakarta, kini bagaikan kota mati. 

Akibat kasus beras oplosan yang mengguncang dunia perniagaan, para pedagang memilih menutup toko ketimbang berjualan, takut terseret masalah hukum.

Tidak hanya itu, pemandangan yang mengiris hati pun terlihat saat lebih banyak kios yang tutup rapat dibandingkan yang beroperasi. Puluhan pedagang masih menahan diri, khawatir jika membuka lapak akan mengundang penindakan polisi.

Efek domino langsung terasa bagi para kuli panggul, yang biasanya sibuk memanggul karung demi karung beras dari truk ke gudang. Kini, mereka hanya bisa duduk diam, atau bahkan tidur di emperan pasar, menunggu pekerjaan yang tak kunjung datang.

Tarni, salah satu kuli angkut, mengaku lebih memilih rebahan karena tidak ada aktivitas bongkar muat sama sekali.

“Ya mau gimana lagi? Pedagang gak nyuruh angkut beras. Lebih baik tidur,” ujarnya lesu.

Sebelum kasus ini mencuat, Tarni bisa mengantongi Rp150 ribu per hari. Sekarang, jumlah itu hanya mimpi. Begitu juga Ucok, kuli panggul lainnya, yang mengaku penghasilannya terjun bebas.

“Dulu lumayan, kadang bisa dapat Rp200 ribu per hari. Sekarang? Untuk dapat Rp50 ribu saja susah,” keluhnya.

Ucok yang datang dari luar kota bahkan terpaksa menginap di pasar karena tak punya ongkos untuk pulang. 

“Kalau jauh kayak saya, gak bisa langsung pulang, butuh uang buat transport,” katanya.

Ketua Koperasi PIBC, Zulkifli, membenarkan bahwa buruh harian adalah pihak yang paling menderita. Banyak yang datang dari Tangerang, Bogor, hingga Banten, demi mencari nafkah, namun pulang dengan tangan kosong.

“Kasihan mereka, pasar sedang tidak kondusif,” ungkap Zulkifli.

Data Koperasi Jasa Pekerja Bongkar Muat PIBC menunjukkan situasi ini benar-benar parah. Dari total 1.200 anggota, sekitar 80% tidak mendapat pekerjaan sejak volume pembelian beras di pasar anjlok.

Pasar yang biasanya penuh teriakan penjual dan suara karung beras bergesekan, kini berubah sunyi. Hanya derap langkah buruh-buruh lelah yang masih bertahan, berharap situasi kembali normal. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
KAI: Kunjungan Wisatawan La...
Nasional
Bapanas akan Mobilisasi Sto...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.