Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mau Tinggal di Mana Saat Tua Nanti? Saatnya Persiapkan Diri Jadi Lansia Mandiri

📅 Selasa, 12 Agu 2025, 14:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Budaya dan nilai-nilai yang dijunjung masyarakat menjadi salah satu faktor yang menyebabkan sebagian besar lansia di Indonesia hidup bersama beberapa generasi selanjutnya.


            

Budaya “balas budi” masih dijunjung tinggi, dan anak-anak dan kerabat memiliki tanggung jawab untuk menjaga orang tua.  

Opsi Panti Jompo

Pada dasarnya lansia memiliki beberapa opsi untuk hidup dan tinggal selain dengan keluarganya. Panti jompo, misalnya, bisa menjadi opsi untuk menghabiskan masa tua.

Sayangnya, di masyarakat luas, opsi tinggal di panti jompo masih sering mendapat stigma negatif. Banyak yang menganggap bahwa lansia yang tinggal di panti jompo adalah mereka yang ditelantarkan oleh keluarganya.

Padahal, tidak selamanya seperti itu. Panti jompo umumnya menyediakan fasilitas lengkap serta kegiatan sosial untuk menjaga kualitas hidup lansia. Semuanya dirancang untuk memenuhi kesejahteraan mental dan fisik para penghuninya.

Bahkan, menurut studi, banyak lansia yang memilih tinggal di panti jompo atas keinginan sendiri. Ini karena, bagi mereka, panti jompo punya petugas dan perawat yang siap membantu.

Para lansia juga bisa beraktivitas, berteman, dan bertukar pikiran dengan yang usianya sepantaran, sehingga mereka tidak merasa kesepian.

Selain panti jompo, terdapat pula komunitas khusus lansia yang menawarkan hunian mandiri dengan fasilitas bersama, kegiatan sosial dan keamanan. Hunian ini sering disebut senior living community atau retirement home. Namun, untuk tinggal di komunitas ini biasanya membutuhkan biaya yang lebih besar.

Beban Generasi ‘Sandwich’

Perubahan sosial, ekonomi, dan budaya dapat berpotensi mengubah kualitas hidup lansia di masa depan.

Di samping tekanan ekonomi, sebagian dari anak yang sudah bekerja perlu membiayai orang tua dan anak. Situasi ini melahirkan generasi sandwich–mereka yang memiliki tanggung jawab menghidupi orang tua atau mertuanya, biasanya secara finansial.

Suka atau tidak, keberadaan orang tua yang tinggal bersama anak seringkali menciptakan beban finansial dan emosional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Komcad ASN

43 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...

Upaya Pembersihan Sampah di Kawasan Laut Jakarta

43 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

43 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...
Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
Ekonomi
Pemerintah Siapkan Perubaha...
Nasional
Diskusi, Demokrasi Pancasil...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.