Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mau Tinggal di Mana Saat Tua Nanti? Saatnya Persiapkan Diri Jadi Lansia Mandiri

📅 Selasa, 12 Agu 2025, 14:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mau Tinggal di Mana Saat Tua Nanti? Saatnya Persiapkan Diri Jadi Lansia Mandiri Doc: The Conversation
Ket. Ilustrasi seorang laki-laki lanjut usia sedang menenun bambu.

Ruth Meilianna, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

Pernahkah kamu memperhatikan orang lanjut usia (lansia) di sekitarmu?

Lansia merupakan salah satu kelompok rentan yang kualitas hidupnya perlu diperhatikan. Dengan siapa lansia tinggal, atau istilahnya “pengaturan tempat tinggal” (living arrangement), dapat menentukan kualitas hidup mereka.

Istilah “pengaturan tempat tinggal” secara sederhana menggambarkan dengan siapa seseorang tinggal. Istilah ini dapat berkaitan dengan hal lain seperti komposisi dan struktur rumah tangga dan kesejahteraan seseorang seperti dukungan sosial, dan manfaat yang diterima oleh seseorang.

Saat ini, mayoritas lansia ternyata masih lebih memilih untuk tinggal bersama keluarga, alih-alih tinggal di panti jompo maupun fasilitas lainnya. Ini secara langsung maupun tidak berkontribusi pada kesejahteraan fisik dan mental mereka.

Namun, secara tidak langsung, ketergantungan lansia pada keluarganya di masa tua mereka pun bisa menjadi beban generasi berikutnya. Maka dari itu, penting bagi generasi muda saat ini untuk mulai mempersiapkan diri menghadapi hari tua. Tinggal Bersama Keluarga Lebih Baik?

Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023 mencatat, selama lebih dari lima tahun terakhir, sekitar 60% lansia hidup bersama keluarga, baik keluarga inti ataupun keluarga besar.

Lansia yang tinggal bersama keluarga cenderung memiliki kualitas hidup yang lebih baik dibandingkan dengan lansia yang hidup sendiri atau hanya dengan pasangannya.

Ini karena mereka lebih mungkin mendapatkan dukungan emosional sehingga berdampak pada psikis mereka, yang pada akhirnya berdampak pada kesehatan lansia.

Selain itu, lansia juga bisa mendapatkan perawatan medis dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari dari anak-anak dewasa mereka. Meskipun terkadang lansia juga bertanggung jawab menjaga dan merawat cucu mereka.

Data BPS juga menunjukkan bahwa sekitar 82% rumah tangga lansia mendapatkan pembiayaan terbesar dari anggota rumah tangga yang bekerja.

Hanya sekitar 5% lansia yang mendapatkan sumber pembiayaannya dari sumber lainnya seperti dana pensiun dan tabungan.

Hal ini bisa menggambarkan bahwa mereka mendapatkan bantuan keuangan dan perawatan dari anak-anak mereka.

Di negara berkembang, termasuk India dan Indonesia, persentase lansia yang hidup bersama keluarga biasanya lebih tinggi dibandingkan dengan negara maju seperti Jepang, Amerika Serikat (AS) dan Eropa Barat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.