Pecah Telur! Penyerapan Gabah Bulog pada 2025 Tertinggi Sepanjang Sejarah
📅 Jumat, 02 Jan 2026, 19:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/ Basri Marzuki
JAKARTA – Serapan gabah petani oleh Bulog memegang peran penting dalam menjaga stabilitas harga dan kepastian pendapatan petani.
Saat Bulog aktif menyerap gabah, petani tidak tertekan oleh fluktuasi harga saat panen raya, sementara cadangan beras nasional tetap terjaga.
Di sisi lain, langkah ini juga memberi efek berantai bagi ketahanan pangan, karena pasokan lebih terkendali dan gejolak harga di tingkat konsumen bisa diredam.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan penyerapan Gabah Kering Panen (GKP) mencapai 4.537.490 ton selama tahun 2025, tertinggi sepanjang sejarah sejak Bulog berdiri pada 1968 dalam memperkuat stabilitas pangan nasional.
"Pengadaan gabah kering panen 4.537.490 ton sepanjang tahun 2025, ini pengadaan yang tertinggi selama Bulog berdiri dari tahun 1968. Jadi ini top perform-nya Bulog," kata Rizal dalam jumpa pers bertajuk Capaian Krusial Bulog 2025 dan Langkah Strategis 2026 di Jakarta, Jumat (2/1).
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia menyampaikan capaian tersebut menempatkan tahun 2025 sebagai periode top perform Bulog, karena volume penyerapan gabah melampaui seluruh catatan sebelumnya dalam perjalanan panjang pengelolaan logistik pangan nasional selama lebih dari lima dekade.
Ia menuturkan penyerapan GKP yang tinggi menjadi indikator meningkatnya produksi domestik sekaligus efektivitas kebijakan pemerintah dalam memperkuat sektor hulu pertanian serta memastikan hasil panen petani terserap optimal oleh negara.
Sepanjang 2025, Bulog juga mencatat pengadaan Gabah Kering Giling (GKG) sebesar 6.863 ton, pengadaan beras dalam negeri 765.504 ton, serta total pengadaan setara beras mencapai 3.191.969 ton nasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurutnya, total pengadaan setara beras tersebut turut menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Bulog, mencerminkan konsistensi penguatan cadangan pangan nasional melalui optimalisasi penyerapan hasil pertanian dalam negeri berkelanjutan.
Rizal mengaku keberhasilan kinerja Bulog tidak terlepas dari sinergi lintas sektor, termasuk dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta keterlibatan aparat dan pemangku kepentingan pertanian di tingkat lapangan nasional.
"Ini suatu capaian yang luar biasa. Ini kami bisa mencapai ini bukan karena Bulog sendiri, ini dibantu TNI-Polri, kemudian seluruh stakeholder pemerintah," ucap Rizal.
Selain itu, tambah Rizal, pendampingan intensif kepada petani melalui penyuluh pertanian lapangan (PPL) menjadi faktor penting dalam memastikan panen terserap tepat waktu, sekaligus menjaga kualitas gabah sesuai standar pengadaan Bulog.
Kolaborasi dengan berbagai pihak memungkinkan Bulog hadir langsung di sentra produksi, mempercepat proses pengadaan, serta mengurangi potensi penurunan harga gabah di tingkat petani secara signifikan.
Tingginya penyerapan gabah sepanjang 2025 turut memperkuat posisi cadangan beras pemerintah, sehingga negara memiliki bantalan stok yang memadai untuk stabilisasi harga dan penyaluran pangan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!