Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tak Lagi Dibuang ke Bantargebang, Ini Solusi DKI Atasi Sampah Sungai

📅 Senin, 11 Agu 2025, 22:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tak Lagi Dibuang ke Bantargebang, Ini Solusi DKI Atasi Sampah Sungai Doc: Antara Foto
Ket. Alat berat Unit Penanganan Sampah (UPS) Badan Air DKI Jakarta mengangkut sampah dari Kali Banjir Kanal Barat

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk menghentikan kiriman sampah residu dari badan air (kali atau sungai) ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat.

"Caranya antara lain dengan meningkatkan kapasitas saringan sampah Kali Ciliwung di TB Simatupang agar bisa olah sampah jadi RDF (refuse derived fuel)," kata Kepala Unit Penanganan Sampah (UPS) Badan Air DKI Jakarta Dadang Cahya Rusdiana kepada wartawan di Jakarta, Senin.

RDF merupakan bahan bakar alternatif yang dihasilkan dari proses pengolahan sampah, terutama sampah anorganik yang mudah terbakar.

Proses pengolahan ini melibatkan pemilahan, pencacahan dan pengeringan sampah untuk meningkatkan nilai kalornya.

Dijelaskan, saat ini di tempat itu baru bisa mengolah jadi kompos.

Artinya, ke depan, saringan sampah TB Simatupang diharapkan bisa menghasilkan RDF seperti di Rorotan Jakarta Utara dan di TPST Bantargebang, Bekasi.

Cara tersebut, kata Dadan, diharapkan dapat menghentikan kiriman sampah badan air Jakarta menuju TPST Bantargebang.

"Sampah dari badan air itu akan selesai di Jakarta. Jadi, tidak lagi kita buang ke Bantargebang. Nanti tahun depan, kita akan tingkatkan fasilitas saringan sampah dari TB Simatupang," kata Dadan.

Hal itu, jelasnya, melalui penambahan mesin, peralatan, sehingga semua sampah akan dipusatkan dulu di TB Simatupang, untuk diolah menjadi RDF.

Menurutnya, sampah residu yang dikirim ke TPST Bantargebang sudah terlampau banyak, sehingga perlu dikurangi.

"Sampah yang dikirim ke Bantargebang itu masih cukup tinggi. Masih sekitar 7.000 ton per hari," kata Dadan.

Sementara itu, sampah badan air di Jakarta dapat mencapai 230 ton dalam sehari.

Kendati pun hanya mengirim sekitar tiga persen dari 230 ton itu ke TPST Bantargebang, pihaknya tetap berkomitmen untuk menghentikan kiriman sampah badan air ke TPST Bantargebang.

Dadan pun meminta peran serta masyarakat untuk menghentikan kebiasaan membuang sampah ke badan air.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

18 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

41 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.